...Meniti Tangga Dakwah......

Menuju era baru dalam dakwah...

MEMAKNAI PERJUANGAN : Refleksi Perjalanan Dakwah Kita Monday, December 26, 2005

"Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian....." (QS: Muhammad:7)

Seorang teman pernah mengeluh tentang kesibukannya yang luar biasa, sementara teman lainnya enggan untuk membantu pekerjaanya....

Banyak diantara pengurus dan akder yang merasa "garing" ketika beraktivitas di organisasi dakwah.....

Ada diantara staff yang merasa kecewa dan tidak puas terhadap pimpinannya... Rapat yang sudah dijadwalkan itu akhirnya harus bubar tanpa menyelesaikan permasalahan yang sudah diagendakan, banyak peserta rapat yang tidak hadir!!!

Itulah sedikit dari sekian banyak persoalan yang sering dialami oleh organisasi dakwah dan aktivisnya. Alih-alih bisa menjadi penerang bagi ummat, malah diri sendiri yang merasa "kegelapan" dan bingung dalam menuntaskan persoalan.

Bahwa dakwah itu memiliki keutamaan, ukhuwah itu menyimpan kekuatan, amal jama'i meringankan pekerjaan, seolah-olah menjadi omong kosong ketika dihadapkan pada qodhoya-qodhoya dakwah yang tak ada habisnya.

Lantas kita pun bertanya: apa yang salah dari semua ini?

Sementara aku sibuk merenung, tiba-tiba kudengar berita bahwa akh xx sudah mengundurkan diri dari barisan dakwah ini, ukhti yy sedang futur, bete katanya ikut kegiatan di LDK. Dan....barisan futur dan insilakh pun semakin panjang.....

Duhai...hatiku pilu mendengar semua itu.....

Akupun bergumam sendiri:"Berarti selama ini halaqoh, mabit, taujih dari para asatidz dan suplemen kaderisasi lainnya tak memberikan efek yang signifikan bagi kematangan tarbiyah kader?". "Berarti selama ini tarbiyah belum mampu membentuk pribadi yang tangguh. "Apa artinya profil kader yang kokoh dan mandiri?".

Aku mencoba menganalisa, ada apa dengan semua ini.
Pendekatan syiroh kucoba untuk memahami gejala dakwah ini, aku teringat saat Muhammad mendapat gelar Al Amin ketika berhasil menyelesaikan perselisihan antar suku dalam kasus pemindahan ka'bah, aku teringat perang badar, saat dimana umat Muhammad yang sedikit bisa mengalahkan musuh yang banyak, aku teringat Ka'ab bin Malik, walau dikucilkan selama lebih 40 hari ia tetap tahan menahan godaan dari raja ghousan, aku teringat perang shiffin, saat perselisihan antara Ali, Aisyah dan Muawiyah harus diselesaikan secara jantan.

Syiroh telah mengajarkan kepada kita, bahwa setiap permasalahan bisa diselesaikan, dan memang harus diselesaikan, meski penyelesaian itu mungkin pahit dan menyakitkan. Tribulasi dalam dakwah adalah sunnatullah, yang itu menjadi ladang amal bagi kita untuk berbuat kebaikan.

Bertahanlah teman...dan bekerjalah tanpa mengharap balasan...
Jika kau melihat teman yang lain berbuat kelalain, jangan dijadikan alasan untuk keluar dari barisan. Karena dakwah ini tidak salah, hanya mungkin kitalah yang gampang menyerah. Biarlah jika ada daun yang berguguran, kita harus menjadi dahan atau batang yang kokoh menjulang.

Ingatlah ketika Al Banna mengatakan:
Jika ada seribu orang yang berdakwah, maka aku salah satunya
Jika ada seratus orang yang berdakwah, maka aku diantaranya
Jika ada sepuluh orang yang berdakwah, maka aku termasuk di dalamnya
Dan Jika ada satu orang yang berdakwah, maka itulah aku..
Lalu jika tidak ada lagi yang berdakwah?
Kuberharap aku telah syahid saat itu...
Saatnya bekerja...teman..

2 comments:

Anonymous said...

yap.itulah kondisi sebagian saudara yang belum menemukan makna sejati. dan ini adalah realita.tantangan untuk menempa diri menjadi lebih mengerti dan memahami, untuk berjuang terhadap amanah dakwah yang panjang adalah sebuah keharusan. Tiada kata mengenal apalagi putus asa sobat.tetaplah berjuang dalam barisan dakwah ini,hinggA kemenangan islam menjadi nyata atau sahid memuliakan kita. wass.

Anonymous said...

Allahu Akbar....Allahu Akbar... Hidup Berdakwah atau Mati Syahid.....karena semulia-mulianya amal adalah berdakwah...
dan semulia-mulianya kehidupan adalah kehidupan dalam barisan dakwah.....