

...Meniti Tangga Dakwah......
Menuju era baru dalam dakwah...
| Re-Komentar untuk Sang Outsider | Sunday, January 08, 2006 |
|
Filed under:
|
|
Tulisan ini merupakan komentar dan tanggapan atas tulisan Yusuf Caesar, berjudul Sebuah Pledoi: Aku Bukan Kader PKS, tulsian tsb bisa dilihat disini
Ya, seperti yang aku duga, Yusuf memang belum memahami kaidah-kaidah penting dalam Tarbiyah, ketidak mengertian Yusuf tercermin dalam salah satu paragraf tulisannya:
Jadi tidak benar kaidah 'Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb'. Hizb adalah kelompok, sedangkan Jama'ah adalah umat. Dalam logika matematika, jika A anggota B, agar A=B maka B haruslah anggota A juga. Sederhananya, jika anggota partai adalah anggota jamaah, maka agar Al-Hizbu=Jama'ah maka anggota Jama'ah harus menjadi anggota partai.
Kenyataanya, tidak semua yang terbina dalam tarbiyah adalah anggota PKS. Jadi 'Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb' adalah bentuk klaim PKS. Contoh : Semua mahasiswa Unsoed angkatan 2005 ikut PPAI, dan tersentuh Tarbiyah. Tapi tidak bisa seenaknya PKS mengatakan bahwa semua mahasiswa Unsoed angkatan 2005 adalah kader PKS.
Pengertian 'Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb' tidaklah seperti itu. BUKAN Hizb adalah kelompok, sedangkan Jama'ah adalah umat. TETAPI Hizb adalah jamaah, sedangkan Jama'ah adalah Hizb. ARTINYA kalau Partai ini bernama PKS, maka: PKS=Jamaah Tarbiyah, dan Jamaah Tarbiyah=PKS. Ini adalah fakta sejarah yang tak bisa dibantah. Ini bukan masalah klaim-mengklaim. Tetapi flatform Jamaah Tarbiyah yang berlaku saat ini ya seperti itu. Semuanya ditransformasikan dalam bentuk partai. Kalau ada orang yang mempertanyakan ini, berarti ia telah mengingkari fakta sejarah, dan ia sudah tertinggal jauh di belakang sana. Yang lain sudah berfikir bagaimana Jamaah ini bisa mengelola negara, ia malah masih mempertanyakan legitimisi jamaah dalam membuat partai. Kemana saja anda selama ini?
Perlu dijelaskan pula, bahwa PKS memiliki penjenjangan dalam keanggotaan. Setiap jenjang memiliki syarat dan karakteristik tersendiri. Dan kaderisasi di PKS berorientasi pada pemenuhan syarat dan karakteristik tersebut. Jenjang yang paling awal adalah Pemula, untuk menjadi kader pemula bisa melalui beragam pintu, ada TOP 1, ada Halaqoh dsb. Pada prinsipnya jika seseorang sudah memenuhi syarat dan karakteristik anggota pemula, maka ia sudah dapat disahkan menjadi anggota pemula. Bentuk pengesahannya, ada yang harus berikrar, ada yang cukup disalami oleh MRnya atau anggota yang sejenjang dan di atasnya. Tergantung pintu masuknya dari mana.
Jadi, kalau Yusuf mengatakan tidak semua peserta PPAI 2005 adalah anggota PKS, itu memang benar. Karena mereka belum menjadi anggota Pemula. Dan PKS tidak pernah mengklaim mereka anggota, sebelum menjadi anggota pemula.
Yusuf juga mengatakan : Adalah kebohongan besar jika ada yang mengatakan sebelum terbentuk PK, jama'ah Tarbiyah mengorganisir dirinya melalui tandzim yang tertutup. Tidak ada tandzim sebelum tahun 1998! Tidak ada itu gerakan strukturalis.
Terhadap statement ini aku belum bisa berkomentar banyak, karena penjelasan hal ini lebih tepat diberikan terhadap mereka yang sudah berkomitmen menjadi anggota, bukan untuk seorang outsider seperti Yusuf, apa urusannya??
Yang jelas, aku tidak memungkiri kalau yusuf banyak mengetahui tentang sejarah dan perkembangan Tarbiyah di Indonesia, NAMUN..., masih lebih banyak hal-hal yang belum diketahui dan difahami Yusuf. Aku maklum, karena memang proses Taribyah Yusuf selama ini mengalami banyak kendala, jadi banyak hal yang belum benar-benar difahami Yusuf. Makanya, saat ini aku bekerja keras untuk menormalkan aktivitas Tarbiyahnya. Dan Alhamdulillah, minggu depan Yusuf sudah bisa melanjutkan halaqohnya, masih bersama MR 'favoritnya'.

© 2008 ...Meniti Tangga Dakwah......
Design by Templates4all
Converted to Blogger Template by BloggerTricks.com
2 comments:
Mas, kenapa sampeyan begitu getolnya ingin mem-PKS kan seorang kader tarbiyah ? jika benar tarbiyah=PKS, begitu pentingkah label PKS itu ? nonsense lah.
saya kenal yusuf, bahkan secara tidak langsung dia yang memperkenalkan ana pada 'PKS' ana sepakat pada apa yang antum tulis, semoga suatu saat Yusuf bisa lebih bijak lagi...
Post a Comment