<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942</id><updated>2012-01-08T05:11:33.625+07:00</updated><title type='text'>...Meniti Tangga Dakwah......</title><subtitle type='html'>Menuju era baru dalam dakwah...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-3545088635818802301</id><published>2007-09-19T08:40:00.000+07:00</published><updated>2007-09-19T08:44:59.001+07:00</updated><title type='text'>MENJAGA AMNIYYAH (Sense Of Secret)</title><content type='html'>Kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar di bawah komando Rosululloh tak lepas dari peran-peran intelejen dan keteguhan menjaga rahasia yang dilakukan oleh Rosululloh dan para sahabat. Betapa berharganya data dan informasi saat itu sampai Rosululloh beberapa kali mengutus sahabat untuk melakukan pengintaian, penyusupan dan penggalian informasi, begitu juga Abu Sufyan yang memimpin pasukan Quraisy melakukan hal yang sama untuk mengukur kekuatan kaum muslimin. Data dan informasi tersebut kemudian diolah untuk menentukan strategi apa yang harus dijalankan agar kemenangan dapat diraih. Berkat kecerdikan Rosululloh dalam mengolah data, mengkoordinasikan pasukan dan komando yang jelas maka perang Badar pun dimenangkan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah kita hari ini harus bercermin pada apa yang pernah dicontohkan Rosulullah. Dalam buku Manhaj Haraky dikenal istilah Sirriyatu Tandzim wa Jahriyatu Dakwah. Yaitu strategi penataan yang dirahasiakan tetapi produk seruan dakwah yang terbuka dan terang-terangan. Ketika Rosulullah SAW hijrah ke Madinah maka kerahasiaan penataan Dakwah tetap dijaga. Terutama dari golongan munafik dan Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kader hendaknya menguasai keterampilan intelejen yang meliputi: teknik pengintaian, pengumpulan informasi, menjaga rahasia (amniyyah), menerapkan strategi aksi sampai akhirnya memenangkan pertarurangan. Amniyyah adalah memberikan jaminan keselamatan terhadap gerakan Islam dari segala hal yang membahayakan, baik yang timbul dari individu, kelompok atau dari pemerintahan yang dzolim. Adanya kerahasiaan dalam sebuah pergerakan dakwah adalah hal yang mutlak. Tidak semua hal dapat dipubikasikan ke masyarakat. Selain karena kondisi pemahaman masyarakat yang masih terbatas, faktor musuh-musuh dakwah juga harus mendapat perhatian. Aktivitas penyerapan informasi dan rencana aksi yang dijalankan menuntut nilai amniyyah yang sangat besar. Sekali terbongkar, maka gagallah semua rencana dan target. Namun jika ia terjaga maka strategi menghadapi makar musuh dapat dilakukan. Dengan demikian keselamatan gerakan dan pelaku dakwah tetap terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Amniyyah dapat dibagi dalam dua hal. Pertama, amniyyah yang menyangkut struktur dakwah. Suatu hari Ust. Tifatul pernah ditanya oleh para wartawan, ”ustadz, strategi apa yang akan dijalankan PKS untuk memenangkan  Pemilu 2009?”. ”wah, kalo strategi diumumkan sekarang, ketauan dong sama partai lain...” begitu jawab Ust.Tifatul. Ini adalah contoh bagaimana kita harus merahasiakan hal-hal yang terkait kebijakan struktur dakwah. Seorang kader, apalagi pengurus, harus mampu mengamankan data-data penting, strategi aksi, dan kondisi internal struktur agar tidak bocor kepada pihak lain. Kalau sampai bocor, akan sangat mudah bagi musuh membaca peta kekuatan kita dan mengalahkan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, amniyyah yang menyangkut pribadi kader dakwah. Seorang akhwat pernah mengeluh, ketika apa yang selama ini menjadi persoalan pribadinya tiba-tiba sudah menjadi isu publik. Seorang kader pelaku dakwah tentu memiliki berbagai persoalan pribadi, baik yang berhubungan dengan keluarga, keuangan, pekerjaan dan lainnya. Jika hal itu menjadi rahasia pribadinya, maka tentu tidak etis jika hal itu disebarluaskan. Ketika rahasia pribadi sudah terbuka, maka akan melemahkan izzah (harga diri) dan kepercayaan diri yang bersangkutan. Secara langsung akan berdampak pada kinerja dakwahnya, bahkan sangat mungkin akan menyebabkan futhur (turunnya semangat berdakwah) dan insilakh (keluarnya seorang kader dari barisan dakwah). Naudzu billahi min dzalik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-3545088635818802301?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/3545088635818802301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=3545088635818802301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/3545088635818802301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/3545088635818802301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2007/09/menjaga-amniyyah-sense-of-secret.html' title='MENJAGA AMNIYYAH (Sense Of Secret)'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-5351514589476894818</id><published>2007-04-27T23:31:00.000+07:00</published><updated>2007-04-27T23:43:17.115+07:00</updated><title type='text'>Ketika Kepemimpinan Langit Harus Dibumikan</title><content type='html'>(Resensi Buku Membumikan Kepemimpinan Langit: &lt;br /&gt;Panduan Memilih Pemimpin yang Islami karya M. Ridwan Yahya, Lc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khazanah Islam term kepemimpinan banyak termuat dalam Kitab Suci Al-Quran dan Al-Hadits. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan keteraturan dalam kehidupan manusia. Allah SWT memberikan mandat kepemimpinan (Khalifah) kepada manusia yang tercantum dalam Q.S Al Baqoroh:30.  Pemimpin dinamakan khalifah oleh karena ia seakan-akan “pengganti” Allah di muka bumi. Dialah yang menjadi “penyambung lidah” langit di muka bumi. Dialah yang mempertemukan antara al-iradah al-ilahiyah (kehendak ketuhanan) dan al-iradah al-basyariah (kehendak dan aspirasi manusia). &lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata, bahwa kepemimpinan merupakan salah satu kewajiban agama. Agama tidak akan tegak tanpa kepemimpinan. Manusia tidak akan sempurna kemashlahatannya kecuali dengan persatuan, karena mereka saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dan persatuan itu mutlak harus ada pemimpin yang mengelolanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelas lagi Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah mengarahkan semua orang sesuai  dengan konsep syari’at demi kebaikan dunia dan akhirat mereka. Menurut pandangan pembuat syari’at, seluruh kepentingan duniawi harus dinilai dengan kepentingan ukhrawi. Kekuasaan itu pada dasarnya merupakan pengganti dari pemilik legalisasi (Allah) untuk menjaga agama dan melindungi kepentingan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Ridwan Yahya dalam buku Membumikan Kepemimpinan Langit: Panduang Memilih Pemimpin yang Islami menguraikan lebih detail tentang makna dan hakikat kepemimpinan dalam Islam. Pada bagian awal buku ini banyak dijelaskan landasan teologis kepemimpinan dalam perspektif Islam dengan menukil ayat-ayat dan hadits yang terkait dengan kepemimpinan. Dalam bahasa penulis diistilahkan dengan kepemimpinan langit. Landasan normatif dalam Al-Quran dan Hadits oleh penulis dicoba untuk di visualisasikan dengan merekam ulang jejak kepemimpinan Rasulullah dan para khulafaur-rasyidin dalam mengelola pemerintahan Islam saat itu. Kita akan menemukan kesesuaian antara kehendak Ilahiyah yang tertuang dalam kitabullah dengan kehendak manusia yang tercermin dalam pribadi Rosulullah dan para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini banyak dimuat tentang kriteria  memilih pemimpin dan contoh-contoh perilaku pemimpin yang patut menjadi panutan dan dipraktekkan oleh para pemimpin bangsa kita sekarang ini. Semangat dan ruh buku ini sangat relevan untuk dihidupkan kembali pada era pemerintahan kita sekarang ini, mengingat banyaknya praktek, kebijakan dan perilaku para pemimpin sudah berada di titik nadir. Buku ini sangat tepat untuk menjadi semacam panduan untuk bisa memilih dan memilah pemimpin bangsa di era mendatang, *AF*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-5351514589476894818?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/5351514589476894818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=5351514589476894818' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/5351514589476894818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/5351514589476894818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2007/04/ketika-kepemimpinan-langit-harus.html' title='Ketika Kepemimpinan Langit Harus Dibumikan'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-116964132575908517</id><published>2007-01-24T19:19:00.000+07:00</published><updated>2007-01-24T19:22:05.760+07:00</updated><title type='text'>UBAHLAH KERUGIAN MENJADI KEUNTUNGAN</title><content type='html'>DR. AIDH AL-QARNY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ruh-ruh kami, waha Tuhan Kami,&lt;br /&gt;Berada di atas pundak kami&lt;br /&gt;Kami mengharap balasan-Mu yang berlimpah&lt;br /&gt;dan kedekatan dengan diri-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ada sebuah nasihat yang menganjurkan agar jangan pernah berputus asa bila kaki Anda tesandung dan jatuh ke dalam lubang yang besar. Yang jelas, Anda pasti akan keluar dari lubang itu dengan kondisi yang lebih kuat. Sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bersedih bila anak panah yang mematikan datang menyerang dari orang yang sangat dekat dengan hati Anda. Anda pasti akan menemukan orang yang mampu mencabut anak panah dan mengobati luka itu, lalu mengembalikan kehidupan dan senyuman Anda seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sering bernaung di atas gedung reruntuhan, terutama bila sekelompok kelelawar telah menghuninya dan kegelapan telah menghampirinya. Carilah kicauan burung yang menembus cakrawala bersama sinar pagi yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melihat lagi pada lembaran-lembaran yang telah kering dan layu yang telah dirusak oleh penderitaan dan keterasingan, sebab setelah itu anda akan menyingkap bahwa garis-garis penderitaan bukanlah garis nasib terbaik yang ditakdirkan dalam kehhidupan anda. Lembaran-lembaran itu bukanlah akhir dari perjalanan hidup anda. Anda harus membedakan antara orang-orang yang telah meletakkan garis-garis kehidupan diantara kedua matanya dengan orang-orang yang membiarkannya diterbangkan oleh angin. Garis-garis kehidupan bukanlah sekedar pernyataan yang indah, namun perasaan yang mendalam di hati dan dijalani secara bertahap. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang pantas dan berhak mendapatkan walau hanya setetes dari air mata dan darah anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-116964132575908517?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/116964132575908517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=116964132575908517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/116964132575908517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/116964132575908517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2007/01/ubahlah-kerugian-menjadi-keuntungan.html' title='UBAHLAH KERUGIAN MENJADI KEUNTUNGAN'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-116106039623368882</id><published>2006-10-17T11:33:00.000+07:00</published><updated>2006-10-22T13:55:50.806+07:00</updated><title type='text'>MEMPERBAHARUI  KOMITMEN  KITA TERHADAP DAKWAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/737/1853/1600/komitmen%20DS.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/737/1853/320/komitmen%20DS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Resensi Buku Komitmen Da’i Sejati karya: Muhammad Abduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan seseorang untuk bergabung dengan barisan dakwah, menuntut orang itu untuk senantiasa meluruskan dan memperbaharui komitmennya supaya tidak ada lagi awan keraguan yang menyelimuti hatinya. Dalam setiap amal dan aktivitas yang dilakukan, seharusnya seorang da’i senantiasa mengingat bahwa dirinya telah terikat dengan semua aturan dan tata tertibnya. Terutama, ketika seorang da’i mengetahui bahwa dakwah yang digelutinya bersifat Islami yang mengadopsi prinsip-prinsipnya dari peraturan-peraturan Allah dan Undang-undang langit (wahyu). Saat itu, seorang da’i harus menyadari bahwa banyak konsekuensi dan amanah yang harus ditunaikannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika begitu banyak tanggungjawab yang harus dipikul dan kesibukan yang menuntut segera dituntaskan, seorang da’i bisa saja lupa—atau melupakan—hakikat komitmennya terhadap dakwah sehingga lalai dengan hak dan kewajibannya yang harus dijalankan. Walaupun ia menjalankan tugasnya, tak lebih hanya sekedar menggugurkan kewajibannya atau asal-asalan. Adalah sangat mungkin seorang da’i—hatta yang sudah senior sekalipun—mengalami saat-saat dimana komitmen yang semula terpancang begitu kokoh, akhirnya luntur bahkan hilang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Abduh dalam bukunya Komitmen Da'i Sejati mencoba mengulas lebih dalam mengenai hakikat komitmen seorang muslim ketika dia beramal dakwah. Buku yang terdiri dari empat bab ini sangat layak untuk dijadikan referensi utama dalam proses pembentukan seorang da'i atau untuk meneguhkan kembali komitmen para da'i yang telah terjun ke medan dakwah. Di bab pertama buku ini mengulas tentang bentuk komitmen apa saja yang harus dipenuhi setiap da'i. Diantaranya adalah: memahami kondisi masyarakat dengan segala problemtikanya sehingga akan melahirkan pandangan yang menyeluruh tentang Islam dan dakwah; komitmen terhadap aqidah yang menjadi landasan dalam berdakwah; komitmen dan yakin dengan tujuan, sasaran dan sarana-sarana dakwah; Menguasi manhaj, peraturan dan Undang-undang dakwah; dan komitmen dengan sikap dakwah terhadap aliran dakwah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menumbuhkan komitmen, diperlukan berbagai sarana dan pesiapan yang harus dilakukan oleh setiap muslim, keimanan yang mendalam dan keinginan yang kuat merupakan syarat utama yang harus disiapkan oleh sang da'i . Kesungguhan dan rasa optimis akan mengokohkan komitmen yang sudah terpatri, jika seorang da'i masih dibayangi keraguan dan pesimis akan sangat sulit menumbuhkan komitmennya. Selain itu, seorang da'i juga harus menjadi teladan bagi orang lain dan mampu besikap lemah lembut sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri ketika ia berupaya mengajak orang lain ke jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen seorang da'i pada akhirnya akan diuji ketika ia dihadapkan pada kewajiban-kewajiban praktis yang harus segera dijalankan. Apakah ia masih komitmen ketika diharuskan membayar infaq bagi kelangsungan dakwah; atau ketika qiyadah yang dipilih tidak sesuai dengan harapannya. Apakah ia masih aktif dan selalu menghadiri kegiatan-kegiatan yang diselenggarkan oleh jama’ah ditengah kesibukannya yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bab akhir buku ini dijelaskan mengenai bahaya dan rintangan yang bisa menghancurkan bangunan jama’ah bila hal ini dibiarkan. Diantaranya sifat individualisme yang memicu perpecahan internal; ambisi pribadi untuk menjadi pemimpin dan malasnya kader menghadiri liqa atau taklim pekanan yang berakibat pada melemahnya intima’ (keterikatan) terhadap dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ketika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus, maka tidak akan banyak da'i yang berguguran di tengah jalan. Ia menyadari bahwa tidak mungkin dakwah ini ditinggalkan sementara Allah telah membeli harta dan jiwanya dengan jannah yang dijanjikan. Ia akan terus bertahan, lalu kembali bergerak untuk segera menyelesaikan tugas-tugasnya. Dan ia pun tidak takut ketika nyawanya harus lepas dari jasad untuk membuktikan janji kepada Allah yang menggenggam jiwanya. Saatnya bekerja teman.*AF*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-116106039623368882?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/116106039623368882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=116106039623368882' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/116106039623368882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/116106039623368882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2006/10/memperbaharui-komitmen-kita-terhadap.html' title='MEMPERBAHARUI  KOMITMEN  KITA TERHADAP DAKWAH'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-115623765999604823</id><published>2006-08-22T16:04:00.000+07:00</published><updated>2006-08-22T16:07:40.006+07:00</updated><title type='text'>Siapakah dia?</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Al Hujurat:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pribahasa yang sering diplesetkan oleh sebagian ikhwah, tak kenal maka……ta’aruf. Ta’aruf merupakan upaya untuk mengenal seseorang, baik segi kepribadiannya, pemikirannya, life style-nya, hobinya, bahkan keluarganya. Dalam rukun ukhuwah, ta’arauf merupakan langkah pertama menuju puncak ukhuwah yang hakiki, itsar. Maka setiap mukmin dan muslim sangat dianjurkan untuk saling mengenal satu dengan lainnya, agar terbentuk kesatuan hati dan keselarasan gerak. Soliditas internal suatu organisasi juga sangat ditentukan sejauh mana tingkat pengenalan antar anggota organisasi. Nah, sekarang coba tanya pada diri kita, sudah seberapa jauh kita mengenal orang-orang di sekitar kita, sudahkah kita mengenal kepribadiannya? kesulitannya? masalah yang dihadapinya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kita berfikir egois,&lt;strong&gt;”boro-boro mikirin orang lain, kita aja udah susah!!”&lt;/strong&gt;. Untuk hal ini kita perlu merenungkan salah satu ungkapan Sayyid Quthb, &lt;strong&gt;”Seorang yang tidak peduli dengan urusan orang lain, maka ia menjadi orang yang kerdil”&lt;/strong&gt;. Sesungguhnya manusia memiliki tanggung jawab sosial yang harus dilaksanakan. Maka mengabaikan urusan orang lain sama saja melupakan tanggungjawabnya. Konon, kalau dikalkulasi perintah Allah yang berhubungan dengan ibadah sosial itu lebih banyak dibanding ibadah langsung pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai hari ini, ada baiknya kita mengupayakan mengenal lebih jauh saudara di sekitar kita dengan segala problematikanya.....Setuju??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-115623765999604823?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/115623765999604823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=115623765999604823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/115623765999604823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/115623765999604823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2006/08/siapakah-dia.html' title='Siapakah dia?'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-114960005908096234</id><published>2006-06-06T20:13:00.000+07:00</published><updated>2006-08-18T17:19:30.466+07:00</updated><title type='text'>Kabar untuk Sahabat</title><content type='html'>Assalamu'alaikum........&lt;br /&gt;Hallo semuaaa...apa kabar? baik2 aja khan?&lt;br /&gt;aku harap kalian bisa lebih baik dari kemaren.&lt;br /&gt;Wah..ga kerasa ya..sudah hampir 5 bulan aku "disconnect" dengan kalian.&lt;br /&gt;Tentunya aku sangat kangen sekali. Banyak cerita yang ingin kusampaikan.&lt;br /&gt;Saking banyaknya, tak cukup kutuangkan dalam 'pesan-pesan singkat' yang biasa kukirimkan.&lt;br /&gt;Baru Lima bulan aku hijrah ke majalengka, tapi banyak hal-hal besar yang terjadi dalam  catatan kehidupan.&lt;br /&gt;Mulai dari aku jadi CPNS, terlibat dalam MUSDA dan MUSYWIL, Dilantik jadi pengurus KNPI, dan yang paling&lt;br /&gt;'signifikan' adalah masuknya aku ke jajaran mas'ulin DPD. &lt;br /&gt;Ya..aku diamanahkan membantu sekretaris dlm bidang Data,Informasi,Organisasi dan Administrasi. &lt;br /&gt;Akibatnya...aku jadi "orang penting" yang banyak memegang data-data Organisasi yang tidak semua kader boleh&lt;br /&gt;mengaksesnya. Kabar baiknya, aku dapat segera memetakan kekuatan dan kelemahan organisasi. Aku jadi paham dinamika&lt;br /&gt;dakwah di majalengka. Aku juga dapat segera mengenali seluruh kader di Majalengka, baik ikhwan ataupun akhwatnya.&lt;br /&gt;{Kan data basenya ada di aku  :) } &lt;br /&gt;kabar buruknya aku jadi lebih banyak Stay di kantor DPD, karena tugasku buuanyak banget. Mulai dari bikin laporan, &lt;br /&gt;bikin konsep kegiatan, bikin surat, admin website, bikin tulisan untuk di koran. dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Aku terkadang merasa ga enak dengan kader-kader yang sudah lama, mereka sudah lama aktif di halaqoh, tapi karir dakwahnya&lt;br /&gt;ngga maju2, sedangkan aku baru beberapa bulan tinggal di majalengka, eh sudah langsung jadi mas'ulin DPD. Mudah2an mereka &lt;br /&gt;bisa memahami, bahwa semakin tinggi amanahnya, semakin berat dan besar tanggungjawabnya. Tingginya amanah bukan ukuran &lt;br /&gt;kemuliaan dan bukan jaminan ketaqwaan seseorang.&lt;br /&gt;Sebagai "orang penting" tak jarang aku mendapat tugas luar daerah atau luar kota,ke cirebon, bandung, bekasi, jakarta dll. &lt;br /&gt;Nah, kalo dapat tugas seprti itu aku malah seneng, bisa menyalurkan hobi travelling. &lt;br /&gt;Sebenarnya secara umum kegiatanku di Majalengka ga jauh beda ama aktivitasku di pwkerto, secara umum kegiatanku ya seputar &lt;br /&gt;liqo dan ngisi liqo, rapat-rapat, jadi panitia ini dan itu, demonstrasi, mabit dll. Tapi memang ada hal-hal yang cukup berbeda&lt;br /&gt;terutama dalam hal kultur dan geografis.&lt;br /&gt;Di majalengka lebih kental nuansa kepartaiannya, dibanding ketarbiyahannya. Orang lebih banyak mengenal kader dakwah sebagai &lt;br /&gt;kader PKS, bukan kader tarbiyah yang harokiyah. Ini memang terkait dengan sejarah dakwah di Majalengka sendiri yang baru&lt;br /&gt;dirintis pada era kepartaian, jadi kultur haroky nya agak kurang gitu.&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku sudah di sini, di majalengka tanah kelahiranku, apa pun yang kuhadapi, aku akan coba bertahan. Apalagi bentar lagi ada teman. &lt;br /&gt;Teman?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-114960005908096234?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/114960005908096234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=114960005908096234' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/114960005908096234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/114960005908096234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2006/06/kabar-untuk-sahabat.html' title='Kabar untuk Sahabat'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-114734973576917987</id><published>2006-05-11T19:11:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T19:15:35.770+07:00</updated><title type='text'>PERMOHONAN MAAF</title><content type='html'>Assalamu'alaikum....&lt;br /&gt;kepada seluruh teman dan sahabat yang berkenan mengunjungi blog ini. aku mohon maaf belum meng update blog. waktuku sibuuuuuk bangeet, trus di majalengka warnetnya mahal, jauh lagi. Insya Allah kalo aku dah agak nyantai blognya akan aktif lagi.&lt;br /&gt;Saat ini memang aku sedang merencanakan 'proyek besar' yang butuh persiapan matang. jadi aku harus konsentrasi kesana dulu. Tapi jangan khawatir, aku slalu memantau perkembangan blog ini, dan tunggu kejutannya sebentar lagi......&lt;br /&gt;makasih untuk semuanya....&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-114734973576917987?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/114734973576917987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=114734973576917987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/114734973576917987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/114734973576917987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2006/05/permohonan-maaf.html' title='PERMOHONAN MAAF'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113668515084750649</id><published>2006-01-08T08:45:00.000+07:00</published><updated>2007-04-04T13:41:41.630+07:00</updated><title type='text'>Re-Komentar untuk Sang Outsider</title><content type='html'>&lt;em&gt;Tulisan ini merupakan komentar dan tanggapan atas tulisan Yusuf Caesar, berjudul Sebuah Pledoi: Aku Bukan Kader PKS, tulsian tsb bisa dilihat&lt;/em&gt; &lt;a href="http://ycaesar.blogspot.com/2005/12/sebuah-pledoi-aku-bukan-kader-pks.html"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, seperti yang aku duga, Yusuf memang &lt;strong&gt;belum memahami&lt;/strong&gt; kaidah-kaidah penting dalam Tarbiyah, ketidak mengertian Yusuf tercermin dalam salah satu paragraf tulisannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jadi tidak benar kaidah 'Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb'. Hizb adalah kelompok, sedangkan Jama'ah adalah umat. Dalam logika matematika, jika A anggota B, agar A=B maka B haruslah anggota A juga. Sederhananya, jika anggota partai adalah anggota jamaah, maka agar Al-Hizbu=Jama'ah maka anggota Jama'ah harus menjadi anggota partai.&lt;br /&gt;Kenyataanya, tidak semua yang terbina dalam tarbiyah adalah anggota PKS. Jadi 'Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb' adalah bentuk klaim PKS. Contoh : Semua mahasiswa Unsoed angkatan 2005 ikut PPAI, dan tersentuh Tarbiyah. Tapi tidak bisa seenaknya PKS mengatakan bahwa semua mahasiswa Unsoed angkatan 2005 adalah kader PKS.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pengertian 'Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb' tidaklah seperti itu. BUKAN &lt;em&gt;Hizb adalah kelompok, sedangkan Jama'ah adalah umat.&lt;/em&gt; TETAPI &lt;em&gt;Hizb adalah jamaah, sedangkan Jama'ah adalah Hizb.&lt;/em&gt; ARTINYA kalau Partai ini bernama PKS, maka: PKS=Jamaah Tarbiyah, dan Jamaah Tarbiyah=PKS. &lt;strong&gt;Ini adalah fakta sejarah yang tak bisa dibantah&lt;/strong&gt;. Ini bukan masalah klaim-mengklaim. Tetapi flatform Jamaah Tarbiyah yang berlaku saat ini ya seperti itu. Semuanya ditransformasikan dalam bentuk partai. Kalau ada orang yang mempertanyakan ini, berarti ia telah mengingkari fakta sejarah, dan ia sudah tertinggal jauh di belakang sana. Yang lain sudah berfikir bagaimana Jamaah ini bisa mengelola negara, ia malah masih mempertanyakan legitimisi jamaah dalam membuat partai. Kemana saja anda selama ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlu dijelaskan pula, bahwa PKS memiliki penjenjangan dalam keanggotaan. Setiap jenjang memiliki syarat dan karakteristik tersendiri. Dan kaderisasi di PKS berorientasi pada pemenuhan syarat dan karakteristik tersebut. Jenjang yang paling awal adalah &lt;strong&gt;Pemula,&lt;/strong&gt; untuk menjadi kader pemula bisa melalui beragam pintu, ada TOP 1, ada Halaqoh dsb. Pada prinsipnya jika seseorang sudah memenuhi syarat dan karakteristik anggota pemula, maka ia sudah dapat disahkan menjadi anggota pemula. Bentuk pengesahannya, ada yang harus berikrar, ada yang cukup &lt;strong&gt;disalami&lt;/strong&gt; oleh MRnya atau anggota yang sejenjang dan di atasnya. Tergantung pintu masuknya dari mana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, kalau Yusuf mengatakan tidak semua peserta PPAI 2005 adalah anggota PKS, itu memang benar. Karena mereka belum menjadi anggota Pemula. Dan PKS &lt;strong&gt;tidak pernah mengklaim&lt;/strong&gt; mereka anggota, sebelum menjadi anggota pemula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yusuf juga mengatakan : &lt;em&gt;Adalah kebohongan besar jika ada yang mengatakan sebelum terbentuk PK, jama'ah Tarbiyah mengorganisir dirinya melalui tandzim yang tertutup. Tidak ada tandzim sebelum tahun 1998! Tidak ada itu gerakan strukturalis.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terhadap statement ini aku belum bisa berkomentar banyak, karena penjelasan hal ini lebih tepat diberikan terhadap mereka yang sudah berkomitmen menjadi anggota, bukan untuk seorang outsider seperti Yusuf, apa urusannya??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang jelas, aku tidak memungkiri kalau yusuf &lt;strong&gt;banyak mengetahui&lt;/strong&gt; tentang sejarah dan perkembangan Tarbiyah di Indonesia, NAMUN..., &lt;strong&gt;masih lebih banyak&lt;/strong&gt; hal-hal yang belum diketahui dan difahami Yusuf. Aku maklum, karena memang proses Taribyah Yusuf selama ini mengalami banyak kendala, jadi banyak hal yang belum benar-benar difahami Yusuf. Makanya, saat ini aku bekerja keras untuk menormalkan aktivitas Tarbiyahnya. Dan Alhamdulillah, minggu depan Yusuf sudah bisa melanjutkan halaqohnya, masih bersama MR 'favoritnya'.&lt;em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113668515084750649?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113668515084750649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113668515084750649' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113668515084750649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113668515084750649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2006/01/re-komentar-untuk-sang-outsider.html' title='Re-Komentar untuk Sang Outsider'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113562112234917994</id><published>2005-12-27T01:13:00.000+07:00</published><updated>2006-01-10T21:44:30.546+07:00</updated><title type='text'>Skandal...Sisi Lain Para Aktivis</title><content type='html'>Aku sebenarnya ngga tega menuliskan hal ini, ya..., aku akan menulis sisi-sisi kemanusiaan yang juga berlaku di kalangan aktivis (wa bil khusus Aktivis Dakwah Kampus). Aku tergugah menuliskan hal ini setelah dalam catatan dakwahku menumpuk sejumlah kasus yang cukup membuat hati pilu. Bagaimana tidak,selama ini aku menganggap teman-temanku adalah orang yang 'sempurna':baik akhlaknya, tekun ibadahnya, sholih dan sholihah sifatnya...dan sejumlah reputasi baik lainnya, tapi sekarang aku menemukan fakta, bahwa teman-temanku yang aktivis itu &lt;strong&gt;ternyata juga manusia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya satu dua kasus mungkin bisa aku katakan kasuistik, tapi ternyata...bukan hanya dua kasus....BUANYAAK. Sehingga aku menganggap ini gejala atau fenomena. Bukan sekedar fenomena, tapi &lt;strong&gt;fenomena gunung es&lt;/strong&gt;. Wah Gawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terus terang, aku menulis ini agak dilematis juga. Disatu sisi aku ingin memberi tahu teman-temanku yang masih "bersih", bahwa ada banyak kasus yang terjadi pada teman-teman lain yang bisa kita jadikan pelajaran. Aku berharap teman-temanku--dan juga aku--tidak melakukan hal yang sama. Tapi disisi lain, aku tidak mau membuka &lt;strong&gt;aib saudaraku&lt;/strong&gt; sendiri. Ya, karena informasi yang aku punya ini termasuk kategori&lt;strong&gt; TOP SECRET&lt;/strong&gt;. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya--bahkan aku punya data primer yang aku dapatkan dari pelakunya. Tetapi secara umum dapat aku katakan bahwa hampir semua kasus memiliki modus operandi yang sama: cinta,  syahwat dan disorientasi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin lebih baik aku nggak usah merinci secara &lt;strong&gt;detail kasusnya&lt;/strong&gt;. Cukuplah hal ini kusampaikan pada ''pihak-pihak yang berwenang saja''. Aku juga punya sedikit keyakinan, mungkin banyak diantara pembaca juga memiliki informasi yang sama, jadi aku tak perlu lagi bercerita disini. Yang perlu diwaspadai adalah faktor-faktor penyebab apa yang bisa membuat kader bisa ''terjatuh'' seperti itu, bukan pada kronologis kasusnya. Kalau aku renungkan dan berdasarkan diskusi dengan beberapa teman, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;Polutan hulu yang tak terselesaikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Polutan Hulu??... istilah ini pertama aku dengar ketika diskusi dalam halaqohku masuk pada tema : pembahasan kader-kader bermasalah. Jauh sebelum seorang kader mengenal Tarbiyah, biasanya ia memiliki sifat atau kebiasaan buruk, seperti: sering pacaran, suka membangkang, malas, susah bekerjasama dan lain sebagainya. Seiring perjalanan Tarbiyah, seharusnya sifat-sifat tersebut bisa dihilangkan, meski sedikit demi sedikit. TETAPI, adakalanya sifat atau kebiasaan tersebut tidak bisa hilang, meski Tarbiyahnya sudah lama. Padahal seiring dengan lamanya Tarbiyah, ia harus siap memikul amanah dakwah yang lebih banyak. Akibatnya tidak ada keseimbangan antara kesiapan personal dan tuntutan dakwah di lapangan. Bisa dipastikan kader tersebut akan macet ditengah jalan ketika harus menyelesaikan pekerjaannya. Inilah akibat polutan hulu yang tak terselesaikan. Sebagai contoh ada seorang kader akhwat potensial, usia Tarbiyahnya sekitar 5 tahun-an. Oleh MR nya ia dipromosikan untuk bisa menambah amanah yang cukup strategis dan menantang--disamping amanah sebelumnya yang sudah ia jalankan. Ketika promosi akhirnya disetujui, ternyata akhwat tersebut malah macet di tengah jalan. Amanahnya jadi berantakan. Selidik punya selidik, ternyata sejak awal ada catatan Tarbiyah yang belum ia selesaikan: ia susah beramal jama'i dan setahun terakhir ini ia sudah kehilangan orientasi dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;Kultur Dakwah yang tidak&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;nyaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kader dakwah yang mengeluh, bahwa di lapangan ternyata materi-materi Tarbiyah &lt;strong&gt;jarang diaplikasikan&lt;/strong&gt;. Ukhuwah terasa garing, interaksi personal semakin renggang--boro-boro bisa itsar. Amal Jama'i hanyalah teori. Pengurus sibuk sendiri-sendiri. Profesionalisme tinggalah mimpi. Untuk bisa syuro tepat waktu saja sangat sulit sekali. Maka muncullah ungkapan: ternyata organisasi dakwah tidak lebih baik dari organisasi lainnya. Untuk kader-kader baru, jelas hal ini bisa dijadikan alasan untuk tidak aktif lagi dalam barisan dakwah. Jangankan kader baru, ada kader yang sudah Tarbiyah bertahun-tahun akhirnya keluar gara-gara merasa tidak nyaman lagi dengan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;Kurangnya Keterbukaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda seorang Murobbi? anda punya binaan?....boleh jadi anda tidak tahu apa yang terjadi pada binaan anda sekarang. Lantas tiba-tiba anda dapat laporan, bahwa binaan anda terkena kasus yang memalukan. Nah..sekarang anda baru sibuk menyelesaikan kasus binaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program halaqoh, biasanya ada program (&lt;em&gt;baramij&lt;/em&gt;) tentang pembahasan permasalahan-permasalahan (&lt;em&gt;Qodloya&lt;/em&gt;) pribadi atau organisasi. Kasus di atas seharusnya tidak terjadi kalau baramij ini berjalan. Namun ada kalanya, program ini sering dilewatkan--atau bahkan tidak ada sama sekali-- seolah-olah tidak ada masalah apapun pada binaan. Para binaan kita berdalih bahwa ia &lt;strong&gt;merasa tidak nyaman&lt;/strong&gt; mengungkapkan masalah pribadi pada forum halaqoh, hingga akhirnya ia memilih menyelesaikan sendiri permasalahannya. Atau justru ia malah curhat pada orang lain--yang menurut dia bisa dipercaya--yang bukan anggota halaqohnya. Ini sebenarnya sudah menyimpang dari &lt;strong&gt;konsep ideal halaqoh&lt;/strong&gt;. Sejatinya halaqoh atau liqo adalah &lt;strong&gt;sebuah keluarga&lt;/strong&gt;. Disinilah konsep ukhuwah dan itsar pertama kali diterapkan. Sesama anggota halaqoh sudah merasa sepenanggungan. Permasalah-permasalahan menyangkut personal, finansial, dakwah dan lainnya dibahas dan diselesaikan secara kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masalah keterbukaan adalah &lt;strong&gt;masalah kepercayaan&lt;/strong&gt;. Seseorang akan berani terbuka kalau dia percaya, bahwa persoalan dia dapat diselesaikan. Kalau menyangkut sesuatu yang amniyah (Rahasia), ia percaya rahasianya akan tetap aman. Jadi, kalau kader atau binaan kita sudah tidak terbuka di forum halaqohnya, atau ia juga tidak terbuka pada anda selaku MR nya, berarti sudah terjadi &lt;strong&gt;krisis kepercayaan&lt;/strong&gt; pada anda dan halaqoh anda. Dan inilah titik awal persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak faktor-faktor yang bisa menyebabkan seorang kader bisa terlibat "skandal" (bukan &lt;em&gt;skandal jepit&lt;/em&gt; lho...), namum menurutku tiga faktor ini saja sudah cukup untuk membuat seorang kader terjerembab pada persoalan krusial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyikapan masalah inipun beragam, ada diantara teman yang protes keras ke bagian kaderisasi; kenapa hal ini dibiarkan terjadi? ada yang tidak sadar apa yang sebenarnya terjadi, ada yang cuek, ada yang mengejek, ada yang menganggap ini wajar sebagai konsekuensi fase dakwah sekarang, aku berhusnudzon bahwa mereka sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap dakwah ini. Aku juga memahamai beratnya kerja-kerja kaderisasi--karena aku juga pernah masuk dalam dunia ini. Aku juga tahu, kadang masalahnya ada di internal kaderisasinya atau di orang-orang kaderisasinya. Bisa juga para MR nya yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri menganggap ini sebagai tantangan dakwah sekarang. Dan tantangan ini kujawab dengan hal-hal konkrit di lapangan, misalnya komitmen dengan jadwal Liqo, berupaya menyelesaikan amanah dakwah atau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dakwah. Meski pun secara jujur kuakui aku juga, akhir-akhir ini aku nggak optimal dalam menuntaskan pekerjaan, selidik punya selidik....&lt;strong&gt;ternyata aku juga bermasalah&lt;/strong&gt;.... &lt;strong&gt;:D&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Baiklah teman....sekarang kita berdo'a saja, semoga Allah senantiasa meringankan setiap masalah kita, melapangkan dada-dada kita, mempermudah urusan kita, dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita....Amiin. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan selanjutnya, mari kita bekerja dan berkarya nyata bersama.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113562112234917994?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113562112234917994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113562112234917994' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113562112234917994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113562112234917994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/skandalsisi-lain-para-aktivis_27.html' title='Skandal...Sisi Lain Para Aktivis'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113558211351875078</id><published>2005-12-26T14:24:00.000+07:00</published><updated>2006-08-27T11:50:39.053+07:00</updated><title type='text'>MEMAKNAI PERJUANGAN : Refleksi Perjalanan Dakwah Kita</title><content type='html'>&lt;strong&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian....." (QS: Muhammad:7) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seorang teman pernah mengeluh tentang kesibukannya yang luar biasa, sementara teman lainnya enggan untuk membantu pekerjaanya.... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Banyak diantara pengurus dan akder yang merasa "garing" ketika beraktivitas di organisasi dakwah..... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ada diantara staff yang merasa kecewa dan tidak puas terhadap pimpinannya... Rapat yang sudah dijadwalkan itu akhirnya harus bubar tanpa menyelesaikan permasalahan yang sudah diagendakan, banyak peserta rapat yang tidak hadir!!! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit dari sekian banyak persoalan yang sering dialami oleh organisasi dakwah dan aktivisnya. Alih-alih bisa menjadi penerang bagi ummat, malah diri sendiri yang merasa "kegelapan" dan bingung dalam menuntaskan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dakwah itu memiliki keutamaan, ukhuwah itu menyimpan kekuatan, amal jama'i meringankan pekerjaan, seolah-olah menjadi omong kosong ketika dihadapkan pada qodhoya-qodhoya dakwah yang tak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kita pun bertanya: apa yang salah dari semua ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku sibuk merenung, tiba-tiba kudengar berita bahwa akh xx sudah mengundurkan diri dari barisan dakwah ini, ukhti yy sedang futur, bete katanya ikut kegiatan di LDK. Dan....barisan futur dan insilakh pun semakin panjang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai...hatiku pilu mendengar semua itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun bergumam sendiri:"Berarti selama ini halaqoh, mabit, taujih dari para asatidz dan suplemen kaderisasi lainnya tak memberikan efek yang signifikan bagi kematangan tarbiyah kader?". "Berarti selama ini tarbiyah belum mampu membentuk pribadi yang tangguh. "Apa artinya profil kader yang kokoh dan mandiri?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menganalisa, ada apa dengan semua ini.&lt;br /&gt;Pendekatan syiroh kucoba untuk memahami gejala dakwah ini, aku teringat saat Muhammad mendapat gelar Al Amin ketika berhasil menyelesaikan perselisihan antar suku dalam kasus pemindahan ka'bah, aku teringat perang badar, saat dimana umat Muhammad yang sedikit bisa mengalahkan musuh yang banyak, aku teringat Ka'ab bin Malik, walau dikucilkan selama lebih 40 hari ia tetap tahan menahan godaan dari raja ghousan, aku teringat perang shiffin, saat perselisihan antara Ali, Aisyah dan Muawiyah harus diselesaikan secara jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiroh telah mengajarkan kepada kita, bahwa setiap permasalahan bisa diselesaikan, dan memang harus diselesaikan, meski penyelesaian itu mungkin pahit dan menyakitkan. Tribulasi dalam dakwah adalah sunnatullah, yang itu menjadi ladang amal bagi kita untuk berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahanlah teman...dan bekerjalah tanpa mengharap balasan...&lt;br /&gt;Jika kau melihat teman yang lain berbuat kelalain, jangan dijadikan alasan untuk keluar dari barisan. Karena dakwah ini tidak salah, hanya mungkin kitalah yang gampang menyerah. Biarlah jika ada daun yang berguguran, kita harus menjadi dahan atau batang yang kokoh menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah ketika Al Banna mengatakan:&lt;br /&gt;Jika ada seribu orang yang berdakwah, maka aku salah satunya&lt;br /&gt;Jika ada seratus orang yang berdakwah, maka aku diantaranya&lt;br /&gt;Jika ada sepuluh orang yang berdakwah, maka aku termasuk di dalamnya&lt;br /&gt;Dan Jika ada satu orang yang berdakwah, maka itulah aku..&lt;br /&gt;Lalu jika tidak ada lagi yang berdakwah?&lt;br /&gt;Kuberharap aku telah syahid saat itu...&lt;br /&gt;Saatnya bekerja...teman..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113558211351875078?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113558211351875078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113558211351875078' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113558211351875078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113558211351875078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/memaknai-perjuangan-refleksi.html' title='MEMAKNAI PERJUANGAN : Refleksi Perjalanan Dakwah Kita'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113558099383927429</id><published>2005-12-26T14:05:00.000+07:00</published><updated>2006-01-01T22:27:05.363+07:00</updated><title type='text'>ANDAI AKU MENJADI MURSYID 'AMM...</title><content type='html'>Imajinasiku menerawang ke mesir era tahun 1950-an.&lt;br /&gt;Saat itu Jamaah Al Ikhwan Al Muslimun masih belum mendapatkan mursyid baru untuk menggantikan Hasan AlBanna yang terbunuh bulan Februari 1949. Terjadilah perselisihan tentang siapa yang akan menggantikan posisi Al Banna. Kandidat yang waktu itu muncul ialah Syaikh Shalih Asymawi yang waktu itu menjabat sebagai wakil pimpinan jamaah, lalu ada Abdurrahman AlBanna saudara kandung Hasan Al Banna yang sangat dihormati, ada Abdul Halim Abidin yang menjabat sebagai sekretaris jamaah yang dikenal cerdas, dinamis, dan orator yang memukau. Ada pula Ahmad Hasan Al Baqury, Seorang syaikh Al Azhar yang dikenal dengan kecerdasan dan pengetahuan yang mendalam dan gaya bicaranya yang sastrawi. Semua itu adalah nominator-nominator Mursyid 'Amm. Untuk memilih calon tersebut terkadang terjadi perdebatan yang sengit, tapi kadang berjalan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada Desember 1950 terpilihlah aku menjadi mursyid yang kedua. Ya, aku terpilih sebagai mursyid 'amm menggantikan Al Banna. Lho kok aku yang dipilih? Menurut kalangan Majlis Tertinggi Ikhwan, pengangkatanku ini memiliki tiga pertimbangan utama. Pertama, aku dianggap figur akomodatif dan dinilai sebagai langkah kompromi terhadap pemerintah sehingga mengendurkan tekanan terhadap Ikhwan. Kedua, aku sebagai tokoh hukum yang disegani sehingga diharapkan mampu melakukan pembelaan terhadap para aktivis Ikhwan yang banyak dipenjara dan dalam proses peradilan. Ketiga, aku dinilai sebagai figur pemersatu yang bisa diterima banyak fihak. Selain itu mereka juga menilaiku sebagai sosok yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan bersikap berani dan tegas dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya aku menolak jabatan itu, karena merasa tidak mampu mengemban tugas berat tersebut. Dan aku juga bukan dari kalangan dekat imam mu'asis seperti halnya calon lainnya. Namun karena dukungan cukup kuat dari berbagai cabang ikhwan, aku akhirnya menerima jabatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak gampang menggantikan posisi Al Banna di hati anggota Ikhwan. Seperti yang diungkapkan Khamis Hamdah,"Ikhwanul Muslimin dididik oleh Al Banna dan dialah Sang guru (Murobbi). Siapapun yang menggantikannya, harus mampu menggantikan perannya". Tentu ini bukan tuntutan yang mudah untuk dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti, sejenak setelah pengangkatanku, muncullah friksi yang mulai menggoyang kepemimpinanku. Mereka memandang pengangkatanku kontroversial, karena belum memenuhi persyaratan administratif yaitu masa keanggotaan di lajnah ta'sisiyah sekurang-kurangnya lima tahun. Aku juga dipandang kontroversial karena mengangkat mereka-mereka yang punya gelar ilmiah dalam bidang keduniaan menjadi angggota Maktab Irsyad. Tekanan lain muncul dari Nizhom Khos (NK) yang khawatir aku akan segera membubarkan organisasi khusus ini, atau merestrukturisasi karena aku mulai melihat adanya beberapa tindakan nizhom khos yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak konflik itu terjadi ketika 71 anggota Majlis Tertinggi Ikhwan menyampaikan mosi tidak percaya dan menuntut empat hal: Pertama, pembubaran Maktab irsyad, kedua, pembubaran semua cabang Ikhwan yang didirikan tiga tahun terakhir, ketiga pembatalan semua amandemen terakhir terhadap konstitusi Ikhwan dan keempat pembatalan tindakan terhadap para oposan. Saat itu beredar selebaran gelap yang ditandatangani oleh "Gerakan Ikhwan Merdeka" dan "Para pendukung Hasan Al Banna" yang disokong oleh Jamal Abdul Naseer. Mereka menuntutku mundur dari jabatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus menjawab tuduhan dan tuntutan itu dengan langkah pemecatan terhadap beberapa anggota--termasuk anggota lajnah ta'sis--setelah aku mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota Maktab Irsyad. Aku memecat mereka bukan karena meragukan agama dan keluhuran akhlaq mereka. Mereka dipecat karena melanggar konstitusi jamaah. Kondisi seperti ini tidak akan membawa keuntungan bagi setiap jamaah, partai ataupun lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, pimpinan Nizhom Khos, Abdurrahman Assindi beserta para anggota yang oposan pergi kerumahku, mereka mencabut kabel telepon rumahku dan memintaku turun dari jabatan Mursyid. Mereka kemudian pergi meninggalkan rumahku dan menuju kantor Maktab Irsyad. Mereka mendudukinya. Mereka menutup dan mengunci kantor dengan rantai besi. Saat itu ust. Umar Tilmitsani mencoba mengatasi kemelut ini, dibantu ust. Abdul Aziz Jalal dilakukan perundingan via telepon. Barulah ketika menjelang subuh assindi beserta anak buahnya bersedia meningglkan kantor. Hampir saja terjadi pertikaian, karena ternyata di masjid Hasan Sulthon berkumpul sekelompok anggota Ikhwan yang bermaksud mengusir orang-orang Assindi yang sedang menduduki kantor. Tetapi Allah tidak menghendaki benturan sesama anggota Ikhwan. Setelah Assindi dan anak buahnya keluar dan meninggalkan Maktab Irsyad, barulah kelompok yang berkumpul di Masjid Hasan Sulthan ini tiba di kantor. Bentrokan pun tidak terjadi dan peristiwa itu bisa selesai dengan cara yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan Nizhom khos adalah batu sandungan dalam kepemimpinanku yang nyaris menenggelamkan jamaah ini. sebenarnya pembentukan NK ini memeiliki tujuan mulia. Tandzim ini dibentuk pada masa Muryid pertama sebagai landasan gagasan jihad melawan imperialisme dan despotisme pada dataran opersional. Melalui struktur yang rapi disiapkan sekelompok Ikhwan dengan pendidikan ideologis, politik dan militer, agar mereka mampu berjihad melawan musuh. Namun terjadi banayk penyimpangan pada kepemimpinan Assindi. Ia mulai berani mengambil kebijakan sendiri tanpa merujuk pada Dewan Pimpinan dan Mursyid 'Amm. Sejumlah tuduhan tindak kekerasan kemudian dialamatkan ke NK. Ishak Mussa Al Husaini mengatakan;" NK ini seperti serikat dalam serikat." Biro ini lebih sering mencapai tujuan dengan kekerasan ketimbang cara yang lebih beradab. Ia tampak bertentangan dengan berbagai ucapan tokoh ikhwan sendiri. Yang jelas, semenjak Tragedi Al mansyiah yang dialamatkan tuduhannya pada NK , biro ini telah ditutup untuk selama - lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang terheran dan bertanya, kenapa jama'ah dakwah yang memiliki kekuatan manhaj dan matanah junud (Soliditas anggota) ini harus menanggung beban qodloya yang yang sangat berat. Bukan hanya tekanan eksternal yang begitu kuat, tapi juga problem internal yang cukup dahsyat. Aku masih terkenang saat Hasan Al Baquri akhirnya harus insilakh dari jamaah ini, ia lebih memilih menjadi menteri waqaf dalam kabinet Naser daripada patuh terhadap keputusan jamaah. Dalam Ikhwan, Al Baquri bukanlah kader biasa. Ia adalah murid langsung Hasan Al Banna. Al Baquri telah terlibat dalam halaqoh-halaqoh awal Ikhwan di Mesir. Ia memilih terlibat dengan Ikhwan yang saat itu masih kelompok dakwah kecil. Padahal ia adalah salah satu syaikh Al Azhar. Ia pun seorang penyair terkenal di Mesir. Ia juga terkenal rendah hati. Ketika kepemimpinan Ikhwan vakum sepeniggal Al Banna, Al Baquri adalah salah satu kandidat kuat yang dicalonkan, tetapi lelaki itu dengan ta'dzim memilih menolak mencalonkan diri dan menolak untuk dipilih kalaupun diminta. Sungguh ia adalah lelaki yang begitu rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 1951, revolusi meledak. Sang pimpinan revolusi, Jamal Abdun Naser menjadi presiden. Jamal sendiri mengakui peran Ikhwan dalam revolusi itu sangat besar sekali, maka ia meminta Ikhwan untuk mendukungnya di pemerintahan. Selain Hasan Al Badhowi yang ia tunjuk secara khusus, ia minta dua orang anggota Ikhwan untuk menjadi menteri. Sebagai mursyid, aku menunjuk dua Ikhwan terbaik: Shalih Asmawi dan Abdul Hakim Abidin. Dua orang kuat yang pernah dicalonkan menjadi Mursyid 'Amm. Aku membutuhkan mereka untuk mengimbangi Abdun Naser. Mengimbangi? ya, mengimbangi Abdun Naser! Bashirohku mengatakan ada sesuatu yang salah dan berbahaya pada Abdun Naser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdun Naser masuk dalam kelompok khusus dalam Janah Asykari yang dikenal dengan Nizhom Khos yang anggotanya di bai'at langsung oleh Al Banna. Janah Asykari dibentuk untuk melawan Inggris dan mengembalikan Palestina dalam pangkuan Islam. Tetapi..., sang pelatih--Abdun Naser--ternyata berfikir berbeda. Mimpi kecilnya untuk dapat menjadi pemimpin Mesir telah mengubah amanah di Janah Askary menjadi ambisi. Mengubah Nizhom Khos dari berloyalitas pada jama'ah menjadi kelompok yang ber-wala kepadanya. Untuk mewujudkan mimpimya: Mengambil Alih Mesir. Itulah yang kubaca pada Abdun Naser, maka kupilihlah Shalih Asmawi dan Abdul Hakim Abidin untuk mengimbanginya. Dan ternyata Abdun Naser menolak mereka. Ia menginginkan orang-orang yang mengikutinya, bukan yang mengaturnya. Maka ia menunjuk sang lelaki itu, Hasan Al Baquri, menjadi menteri waqaf. Jama'ah meminta Al Baquri menolak. Namun Al Baquri bersikeras menerimanya, akhirnya kuanggukan kepala dan membiarkannya pergi. Sekaligus mengijinkannya keluar dari Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, dari empat tribulasi yang dialami Ikhwan, tiga diantaranya terjadi pada masa kepemimpinanku. Dan selama 23 tahun aku memimpin Ikhwan, 18 tahun aku lewatkan di penjara. Dalam penjara berbagai peristiwa teror mental dan fisik selalu menyertaiku, sampai aku berpulang menghadap Rabb ku pada 11 November 1973...................&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Kututup buku yang berjudul "Al Ikhwan Al Muslimun: Bersama Mursyid 'Amm Kedua" itu. Aku tak sanggup lagi menjadi dirinya. Saat ini aku membayangkan wajah-wajah temanku yang lelah memikul amanah dakwah. Aku terbayang wajah Ahmad yang berupaya tegar memimpin UKMI dan SALAM. Aku terbayang wajah Arief yang kusut mengelola komisariat. Aku terbayang wajah Dodo yang banting tulang mempertahankan eksistensi KAMDA. Aku terbayang wajah Ust. Hendro yang berjuang sendirian di parlemen dan harus mengelola dakwah di Banyumas selaku ketua DPD. Aku juga terbayang Ust. Tifatul yang dengan senyum tulusnya berjuang keras mengokohkan dakwah ini. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan pada kalian. Semoga Amal baikmu adalah keikhlasan. Semoga kelelahanmu adalan jalan menuju Jannah yang kita cita-cita kan. Semoga Dakwah ini kokoh hingga akhir zaman. Dan... semoga kalian juga mendo'akanku untuk kebaikan. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refleksi atas buku &lt;em&gt;"Al Ikhwan Al Muslimun: Bersama Mursyid 'Amm Kedua"&lt;/em&gt; karya Ust. Cahyadi Takariawan,S. apt. Sebagian bahan diambil dari Materi Diskusi yang ditulis oleh ust. Imron Rosyadi, ST. pada sebuah Daurah.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113558099383927429?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113558099383927429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113558099383927429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113558099383927429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113558099383927429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/andai-aku-menjadi-mursyid-amm.html' title='ANDAI AKU MENJADI MURSYID &apos;AMM...'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113552578388945846</id><published>2005-12-25T22:36:00.000+07:00</published><updated>2007-01-11T11:38:34.150+07:00</updated><title type='text'>INFO KULIAH UMUM LIBERALISASI ISLAM</title><content type='html'>Ikuti.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;DISKUSI PUBLIK DENGAN TOPIK:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;LIBERALISASI ISLAM: KONSEPSI, AKAR SEJARAH DAN PENYEBARANNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersama: Adian Husaini, MA&lt;br /&gt;(Kandidat Doktor Peradaban Islam ISTAC IIUM-Malaysia)&lt;br /&gt;Hari/Tanggal : Sabtu/7 Januari 2006&lt;br /&gt;Pukul : 12.30 s.d 15.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Nurul Ulum UNSOED-Purwokerto&lt;br /&gt;GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM&lt;br /&gt;Penyelenggara:&lt;br /&gt;Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Cabang Purwokerto&lt;br /&gt;Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Jend. Soedirman-Purwokerto&lt;br /&gt;Contact Person:&lt;br /&gt;1. UKKI Unsoed (0281)635292 ext.234--Bhayu Subrata&lt;br /&gt;2. Aang Fahruroji, S.Si (081 519 519 099)&lt;br /&gt;_________________________&lt;br /&gt;Gagasan-gagasan atau ide-ide yang dikumandangkan oleh kalangan Islam Liberal sangat membingungkan umat. Misalnya, tentang teologi inklusif-pluralis yang mendangkalkan akidah denagn mengaburkan dan menyamakan semua agama. Penolakan mereka terhadap syariat Islam yang mereka nilai memberangus kebebasan dan ''perang'' mereka terhadap kalangan yang mereka sebut sebagai ''Islam Fundamentalis'' karena mereka nilai berbahaya bagi proses demokratisasi. Semua isu dan cara berpikir mereka itu perlu diluruskan. Acara ini merupakan salah satu sarana taushiyah antarsesama muslim sehingga kita tidak menjadi orang yang merugi dan terhindar dari penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Adian Husaini,MA lahir 17 Desember 1965 di Bojonegoro, Jawa Timur. Kandidat doktor/Ph.D. bidang Islamic Civilization di International Institute of Islamic Thought and Civilization-International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM). Aktif sebagai peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought dan Civilization, Kuala Lumpur. Buku-bukunya yang telah diterbitkan, antara lain Habibie, Soeharto, dan Islam, Jihad Osama verus Amerika, Penyesatan Opini, Mau Menang Sendiri: Israel Sang Teroris yang Pragmatif, dan Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113552578388945846?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113552578388945846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113552578388945846' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113552578388945846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113552578388945846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/info-kuliah-umum-liberalisasi-islam.html' title='INFO KULIAH UMUM LIBERALISASI ISLAM'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113534134741316269</id><published>2005-12-23T19:11:00.000+07:00</published><updated>2006-10-13T14:25:52.296+07:00</updated><title type='text'>Kesaksian sang Perantara</title><content type='html'>&lt;em&gt;Hikmah di Balik Kisah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dengan Penceritaan Fiksi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari awal memang aku agak khawatir, ada hal-hal buruk yang akan terjadi di belakang hari menyangkut tindakanku ini, soalnya ini menyangkut hal yang cukup sensitif, yang jika salah sedikit saja akan berakibat fatal. Semua berawal dari hobi baruku itu: chating on YM. Aku berfikir hobiku ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif semisal mencari relasi bisnis, sharing permasalahan, diskusi tematik, atau mengajak orang untuk mengenal lebih jauh tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu malam, ketika aku masuk ke sebuah chanel di YM, ada seseorang yang pv aku. Wah, ada mangsa empuk nih, fikirku saat itu. Dari nick nya aku tau dia seorang wanita....biar gampang sebut saja namanya &lt;strong&gt;susan&lt;/strong&gt;..(bukan nama sebenarnya, &lt;strong&gt;tapi mirip&lt;/strong&gt;...:) ) dia minta ASL ku, namun kutolak untuk sementara, aku pengen ngajak diskusi dulu, ASL bisa belakangan, begitu jawabku. Dia sepakat, lalu kutawarkan pilihan tema diskusi; pacaran menurut islam atau korupsi di Indonesia, sengaja kupilihkan tema ini karena mudah untuk dijadikan bahan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;nashrul fikroh&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Dia memilih tema pertama, dan diskusi pun dimulai. Aku agak heran ketika dipertengahan diskusi aku melihat ada gelagat persamaan pandangan mengenai tema pacaran ini, dia mengatakan:"dalam kamusku ngga ada istilah pacaran". Dia juga mengatakan, pacaran itu boleh kalau sudah nikah. Diskusi pun berakhir dan tanpa kesimpulan. &lt;em&gt;Wong opinine wis podo&lt;/em&gt;. Tapi saat itu aku menganggap bahwa lawan bicaraku adalah orang 'ammah (umum) yang bisa kujadikan lahan dakwah, makanya aku masukkan nick nya ke dalam group 'lahan dakwah' di YM ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia menanyakan identitasku. Kujawab aja: &lt;strong&gt;"Aku Ikhwan!".&lt;/strong&gt; Kujelaskan definisi ikhwan dan akhwat ketika dia menanyakannya. Sampai disini aku masih menganggap bahwa dia adalah orang biasa saja. Obrolan pun terus mengalir, dia cerita tentang adiknya yang mau 'melangkahinya', ya, adiknya mau nikah sebentar lagi, dan ini cukup membuatnya resah, bukan karena dilangkahinya, tapi omongan tetangga dan mitos itu yang bikin galau hatinya."Bener ga sih, kalau orang yang dilangkahi itu bakal jauh jodohnya?" begitu tanyanya.&lt;br /&gt;Kujawab dengan teori ikhtiar dan ia pun dapat menerimanya, sampai akhirnya:" ya udah, kamu nikah aja duluan, repot amat!" begitu kataku."yee...kan belum ada calonnya, mo nikah gmn?" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN DARI SINILAH KISAH ITU DIMULAI.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku teringat&lt;strong&gt; temanku&lt;/strong&gt; yang katanya bulan depan punya azzam &lt;strong&gt;mau ta'aruf&lt;/strong&gt;, maka....: "ada tuh temanku" tawarku saat itu.&lt;br /&gt;"Siapa?".&lt;br /&gt;"Teman..."&lt;br /&gt;"Dimana dia sekarang?"&lt;br /&gt;"jauh sih, di purwokerto"&lt;br /&gt;"Mmhhh..ada biodatanya?&lt;br /&gt;"Nanti deh...aku kirim..."&lt;br /&gt;Obrolan pun ditutup dengan kesepakatan aku akan ngasih biodata temanku itu. Tapi....seriuskah aku? Terus terang aku sendiri meragukannya, karena aku juga meragukan keseriusan dia. &lt;strong&gt;Masa' mo nyari jodoh lewat internet?&lt;/strong&gt; Aku sering diingatkan bahwa di internet itu sukar dibedakan antara orang serius atau tidak, antara orang baik atau orang jahat, namanya juga dunia maya, susah mengidentifikasinya. Jangan-jangan temen ngobrolku itu sebenarnya cowok yang lagi ngerjain aku...? Siapa tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya aku cerita ke temenku yang mau ta' minta biodatanya..sebut saja Sanusi (bukan nama sebenarnya)&lt;br /&gt;"San...ada yang minta dicariin suami...kamu mau nggak?"&lt;br /&gt;"Hah,..siapa?"&lt;br /&gt;"Teman cetingku.....kayaknya dia setengah akhwat...."&lt;br /&gt;"Setengah akhwat....?....maksude...?"&lt;br /&gt;"ya...katanya dia dulu pernah gaul sama anak-anak rohis...cuma sekarang ngga lagi...."&lt;br /&gt;"Halah..., paling juga iseng..."&lt;br /&gt;"Nggak, kayanya dia serius lho..."&lt;br /&gt;"Ohya? trus....?"&lt;br /&gt;"Kamu punya biodata kan?"&lt;br /&gt;"Ada.., tapi biar gampang suruh buka blog-ku aja...disana kan ada profilku.."&lt;br /&gt;"Oke deh...."&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Singkat cerita....aku pun ngasih alamat blog sanusi ke susan, dan susan pun kemudian ngasih alamat friendster (FS) nya. Perlu dicatat saudara-saudara.......sampai disini sebenarnya aku masih menganggap ini nggak serius. Aku berfikir paling juga nanti ngga jadi. Meski ada juga terlintas fikiran, "Tapi kalo jadi gimana ya?". Nah akhirnya aku dan sanusi coba buka friendster nya susan, aku mulai penasaran siapa sebenarnya susan. Susah payah aku coba buka FS nya dia...ngga bisa kebuka juga. Aku coba kontak susan....nanyain address FS nya bener ngga. Dia jawab....bener ko'. Aku coba sekali lagi....tetep ngga bisa juga. Waduh gimana ya? &lt;strong&gt;kayaknya emang sanusi dan susan nggak jodoh kali ya&lt;/strong&gt;. Sampai akhirnya kugunakan ilmu trial and error ku (dengan ilmu ini &lt;strong&gt;biasanya&lt;/strong&gt; aku bisa bongkar password seseorang....he...he...meski sering ngga berhasilnya). Aku coba modifikasi sedikit alamat FS Susan. Eh......&lt;strong&gt;TERNYATA.......BISA&lt;/strong&gt;!!!!. FS mulai loading.....dan.......jreng...muncul foto seorang wanita berjilbab besar..... beserta profilnya... Hah...Dia Seorang Akhwat beneran..!!! Lalu aku coba baca sekilas profilnya: dia seorang sekretaris di sebuah perusahaan garment, pernah tinggal di Solo, Wonogiri, Lampung dan sekarang di Jakarta. Satu lagi....dia suka track-trackan...(Kebut-kebutan di jalan raya pake motor). Kalau aku cermati profilnya dan bahasa yang digunakan pas ceting....aku jadi berfikir...&lt;strong&gt;paling ini akhwat kesing-nya doang&lt;/strong&gt;. Makanya ngga salah kalo aku bilang dia setengah akhwat. Sanusi yang sedari tadi asyik cetingan di mIRC pun kuberi tahu bahwa FS susan sudah bisa kebuka, dia pun segera mencermati profilnya....&lt;br /&gt;"Gimana San...??" tanyaku pada Sanusi.&lt;br /&gt;"Ah...kayaknya ane ngga tertarik....biasa aja profilnya...."&lt;br /&gt;"Masa' sih...?"&lt;br /&gt;"Iya....ngga ada yang istimewa, tapi yaa.....ane sih menghargai ikhtiarnya...".&lt;br /&gt;_________________________________________&lt;br /&gt;Mengenai ketidaktertarikan sanusi pada susan sebenarnya sanusi sendiri sudah menyampaikan langsung pada susan....sampai suatu hari....Tuit...tuit...tuitt....ada bunyi sms masuk di hp-ku.... dari susan. Setelah kubuka sms nya....... aku kaget campur deg-degan...ternyata dia....&lt;br /&gt;Dalam sms nya Susan mengabarkan, prihal prosesnya dengan sanusi itu sudah dikonsultasikan sama &lt;strong&gt;MUROBBIYAHNYA&lt;/strong&gt;...dan MR nya itu menyarankan agar Proses yang mulia ini ditempuh sesuai &lt;strong&gt;prosedur yang benar. GUBRAKKK!! &lt;/strong&gt;berarti dia anak tarbiyah juga dong!!&lt;br /&gt;Kenapa susan ngga bilang dari dulu ya? kenapa dulu dia nanya-nanya apa itu ikhwan, apa itu akhwat..?? kenapa dulu pas aku iseng nawarin sanusi kok dia mau?&lt;br /&gt;Sampai disini kekhawatiranku bertambah. Aku baru sadar, selama ini aku telah bermain api. Kalo aku ngga bisa menjinakkanya aku bisa kebakar nih! Apalagi MRnya susan minta no HP MRnya sanusi...wah....tambah berabe...&lt;br /&gt;Aku dan sanusi mengadakan syuro terbatas membahas hal ini. Sanusi sendiri masih meragukan keseriusan Susan . Aku dan sanusi punya pandangan sama, kalau susan anak tarbiyah, kenapa susan mau menjalani proses ini? maksudnya ta'aruf lewat internet. kenapa baru cerita ke MR nya belakangan ini? Ketika hal ini kutanyakan pada Susan, dia menjawab: "Mungkin ini rencana Allah....". Hhmmm... jawaban yang betul sekali, tapi kurang tepat menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan semakin ruwet, ketika Sanusi akhirnya berterus terang padaku, bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan pernikahannya sejak lebih setaun yg lalu, bahkan ia telah merumuskan kriteria calon istri idamannya. Dan lebih hebat lagi..., dia sudah menginventarisir siapa saja yang masuk kriterianya. Dari yang nomor urut 1 sampai 10. Nah lho...! Bulan depan Sanusi bertekad merealisasikan Planing nya itu. Sampai kemudian hadirlah nama Susan. Inilah yang membuat Sanusi sedikit bimbang. Ia ingin menghargai ikhtiar yang dilakukan Susan, tapi ia sendiri sudah mantap dengan rencana bulan depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, Sanusi tiba-tiba mengajakku menemui MR nya. Ini terkait rencana bulan depan . Ia ceritakan semua rencananya pada Sang MR, termasuk hadirnya Susan. Aku masih ingat, reaksi pertama yang kulihat adalah keterkejutan di wajah Sang MR, lalu panjang lebar ia memaparkan tentang "tantangan rumah tangga" bagi seorang kader, bahwa persiapan itu &lt;strong&gt;bukan hanya&lt;/strong&gt; niat yang menggebu-gebu atau azzam yang kuat. Pertimbangan yang bersifat realistis juga perlu difikirkan. Sanusi kena skak-ster ketika ditanya tentang kuliahnya yang belum rampung, tentang beban biaya yang harus ditanggung........"Sudahlah...,antum selesaikan aja dulu kuliahnya..." begitu kata Sang MR. Tapi dasar Sanusi yang berjiwa pemberontak, dia mencoba merasionalisasi keinginannya itu. Sampai akhirnya sang MR memberikan alternatif: Sanusi ditugaskan untuk "Studi Banding" ke teman-teman Sanusi yang masuk kategori praktisi nikah tapi masih kuliah dan minta nasihat para ustadz terhadap rencananya itu. Sanusi setuju. Sementara tentang Susan, sang MR dengan tegas berkata: Close!! (Duh...!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan sendiri sedang memantapkan hatinya dengan Istikhoroh, sampai ia mendapatkan keyakinan bahwa ia MANTAP UNTUK MELANGKAH. Lain halnya dengan Sanusi yang tampak masih diliputi bimbang, Istikhoroh yang ia lakukan berujung pada kemantapan bahwa ia HARUS MENUNDA RENCANANYA ITU. (Wahh....kok jadi ngga klop yach...!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanusi menyampaikan secara langsung kepada MR Susan prihal saran dari MR Sanusi, dan Sanusi minta proses dengan Susan diakhiri. Beberapa hari berikutnya MR Susan  menyampaikan  pesan Sanusi pada Susan............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kisah Sanusi-Susan akan  berakhir sebelum tayang?" pertanyaan bernada pilu itu diajukan Susan padaku beberapa hari kemudian...Aku hanya menjawab "Wallahu A'lam.." seraya kuingatkan kembali  kesepakatan awal, bahwa Susan harus sabar kalau seandainya proses ini hasilnya negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well.....&lt;br /&gt;Inilah rencana Allah...terkadang apa yang kita harapkan belum tentu baik di sisi Allah.  Terus terang aku belajar banyak dari kasus ini. Tentang harapan-harapan manusiawi yang tumbuh dalam hati, tentang 'urf (adat) dalam komunitas tarbiyah yang unik dalam masalah nikah, tentang pengambilan keputusan yang kadang benar kadang salah. Tentang ketegaran mengarungi masalah. Terima kasih Susan...Terima kasih sanusi...kau mengajari aku banyak hal... . Akupun pun minta maaf pada kalian, akibat keisenganku akhirnya muncul kisah seru ini..&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut Kamu sendiri bagaimana? Aku dan Susan baiknya lanjut apa ngga?" Suatu hari Sanusi menembakku dengan pertanyaan itu. Mmmm....aku jadi teringat, Sanusi sendiri pernah berkata, bahwa Allah itu Maha Membolak-balikan hati....Ahaa...itulah jawabanku...ya..Hari ini mungkin kita memutuskan A, tapi belum tentu esok. Betul ngga?! sambil kuberikan catatan tambahan, "kalau memang sesuai dengan koridor syar'i dan strategis bagi dakwah, kenapa tidak?!!".....:)&lt;br /&gt;Aku tahu Sanusi akan memprotes jawabanku sambil berkata:"Lalu bagaimana dengan yang nomor urut 1.......????!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;::&lt;em&gt;Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, begitu juga sebaliknya, maka....jadilah orang baik-baik dan terbaik&lt;/em&gt;::&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113534134741316269?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113534134741316269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113534134741316269' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113534134741316269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113534134741316269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/kesaksian-sang-perantara.html' title='Kesaksian sang Perantara'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113496758663005192</id><published>2005-12-19T11:10:00.002+07:00</published><updated>2007-04-10T11:52:44.616+07:00</updated><title type='text'>ANTARA  YUSUF DAN AKU                (Komentar untuk Outsider Loyal)</title><content type='html'>Bismillahirahmanirrohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenal yusuf ketika dia tiba-tiba terpilih menjadi ketua KAMMI komisariat soedirman. Ya, tiba-tiba saja ia muncul. karena seminggu sebelumnya aku mengikuti Musyawarah Komisariat (Muskom) bukan dia yang terpilih jadi ketua, tapi Fuad. Ternyata ada kesalahan prosedural. sehingga pengangkatan Fuad jadi ketua komisariat BATAL DEMI MANHAJ. dalam juklak komisariat memang disebutkan ketua komisariat minimal AB 2. Fuad masih AB satu,dan belum lama masuk KAMMI, sehingga diputuskan untuk Muskom luar biasa untuk mengganti ketua yang sesuai manhaj. Terpilihlah Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, tidak banyak interaksi antara aku dan yusuf, saat itu aku memang belum jadi pengurus komisariat dan sibuk ngurus UKI (unit kerohanian Islam)fak biologi dan takmir masjid fatimatuzzahra. Aku mengenal yusuf lebih jauh ketika harus pindah ke sekre, karena aku sudah tidak nyaman tinggal di masjid.&lt;em&gt;Diintrik terus sih&lt;/em&gt;. saat itu yusuf sebagai &lt;em&gt;kepala rumah tangga Madani&lt;/em&gt;,nama sekre sekaligus kos anak KAMMI. saat itulah aku menemukan sosok yusuf yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter kuat yang aku temukan adalah &lt;strong&gt;INDEPENDENT&lt;/strong&gt;, yusuf punya mainstream berfikir yang mandiri, tidak mudah diintervensi, bahkan oleh Murobbinya sendiri. Dalam sejarah tarbiyah purwokerto, mungkin hanya Yusuf yang berani "memecat" MR nya sendiri, karena tidak sesuai dengan harapan-harapan yusuf dalam mentarbiyah muttarobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Independensi yusuf semakin kental ketika isu pemilu 2004 mulai di gulirkan. Banyak diantara aktivis tarbiyah yang sudah mensosialisasikan partainya,PK yang kemudian menjadi PKS. Saat itulah Yusuf memproklamirkan diri, bahwa ia adalah &lt;strong&gt;kader tarbiyah&lt;/strong&gt;, tetapi &lt;strong&gt;BUKAN kader PKS&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf ternyata punya parameter sendiri untuk menilai sebuah partai, bahwa partai politik itu harus diisi oleh orang-orang yang capable dalam politik dan cerdas dalam menyikapi isu-isu nasional atau lokal. Dan itulah yang menurut Yusuf tidak ada di PKS. PKS itu: "isine mung ustadz tok", begitu kata Yusuf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika isu musyarokah digulirkan PKS, yang berdampak pada melonjaknya mobilitas vertikal kader di wilayah birokrasi, itu yang menjadi ladang empuk bagi yusuf untuk mengkritik PKS habis-habisan."Apa bedanya PKS dengan partai lainnya?" ujar Yusuf. Apalagi ada beberapa kasus yang menimpa kader PKS yang berada di  eksekutif atau legislatif terkait tuduhan KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai disini,indepedensi yusuf merambah pada hal-hal yang menjadi fatsoen tarbiyah. Yusuf penentang keras intervensi MR dalam hal pernikahan kader. "Mau nikah aja kok dipersulit", begitu katanya."Dulu pas zaman Rosul,ngga ada ceritanya nikah lewat MR, klo mo nikah langsung aja ketemu calon mertua" demikian argumen yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf juga mengkritik  DPP yang menganjuran kader-kader untuk masuk pada level birokrasi dengan mengikuti CPNS,"masalah pekerjaan, biarlah kader-kader yang memilihnya, ngga usah diarahkan harus menjadi Pegawai Negeri", kata yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf pernah cerita, walaupun ia sering melontarkan kritik terhadap PKS, dan tidak mau disebut kader PKS, tapi ia masih &lt;strong&gt;tetap kader tarbiyah&lt;/strong&gt;.Ya, begitulah yusuf. Dia memang masih berharap liqo nya tetap jalan, meski hampir setahun ini,ketika yusuf harus cuti dan bekerja di jakarta, ia tidak liqo karena koordinasi MR nya yang kurang intens dengan MR Yusuf di jakarta. Yusuf merasa diterlantarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Yusuf memang mengambil positioning sebagai "orang luar" PKS, tetapi ia ingin tetap sebagai kader tarbiyah. Dan ia ingin konsisten mengambil jalan ini. Kalau Hasan Al Banna pernah berkata: boleh jadi ada seseorang atau sekelompok orang yang mengaku &lt;strong&gt;bagian dari jamaah kita&lt;/strong&gt;, tetapi sesungguhnya ia &lt;strong&gt;bukan anggota jamaah&lt;/strong&gt;. Tetapi ada juga seseorang atau sekelompok orang yang itu berada &lt;strong&gt;di luar jamaah kita&lt;/strong&gt;, tapi sesungguhnya ia &lt;strong&gt;bagian dari jamaah kita&lt;/strong&gt;. Aku tidak tahu, yusuf masuk kategori mana?&lt;br /&gt;yang pertama atau yang kedua?. Untuknya aku membuat predikat khusus,&lt;strong&gt;Outsider Loyal&lt;/strong&gt;. ya, karena dia masih Loyal terhadap tarbiyah, tapi tidak untuk PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri punya komentar khusus tentang Yusuf. aku &lt;strong&gt;menduga&lt;/strong&gt; ada beberapa hal yang MUNGKIN masih belum difahami yusuf,&lt;br /&gt;Pertama, &lt;strong&gt;logika keta'atan terhadap syuro&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana diketahui, berdirinya wajihah partai di indonesia merupakan hasil syuro para mu'asis dakwah berdasarkan hasil poling seluruh kader tarbiyah saat itu. Hasil poling menunjukkan 60 % lebih setuju berdirinya partai, sisanya tidak setuju dan abstain,jadi antara yang setuju dan yang tidak, bedanya tipis sekali. Majlis Syuro akhirnya memutuskan berdirinya partai dakwah ini. Namun sesuai dengan kaidah keta'atan terhadap syuro, ketika keputusan sudah diambil maka seluruh anggota harus menghormati dan menta'ati keputusan tersebut. Konon kabarnya, Ust. Anis Matta adalah termasuk orang yang tidak setuju berdirinya wajihah partai, toh sampai sekarang beliau masih menjadi pengurus pusat. Aku ngga tahu, apakah Yusuf saat itu ikut poling atau tidak, karena yusuf sendiri sudah tarbiyah sejak SMP,katanya. Tetapi sebenarnya, ikut poling atau tidak, kalau memang dia kader tarbiyah, harusnya ta'at terhadap keputusan majlis syuro. Itu menurutku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kaidah &lt;strong&gt;Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahwa partai adalah jama'ah dan jama'ah adalah partai. Ketika belum berdiri partai, jama'ah tarbiyah mengorganisir dirinya melalui struktur (tandzim) yang relatif tertutup. Masalah keanggotaan, struktur organisasi, agenda dakwah dll hampir semua bersifat ekslusive. Ketika partai berdiri, maka seluruh flatform jama'ah ditransformasikan dalam wadah partai. Artinya, kalau kita bicara tentang jama'ah tarbiyah di indonesia, ya tidak lain adalah PKS. Siapa PKS? ya.. jama'ah tarbiyah di indonesia. Pada kondisi ini, jama'ah sudah bersifat lebih terbuka, keanggotaanya, struktur organisasinya dan agenda dakwahnya. Sehingga, agak sulit memahami jalan fikiran Yusuf ketika ia mengatakan 'aku kader tarbiyah, tapi bukan kader PKS'.&lt;br /&gt;Jama'ah tarbiyah membuat partai, itu keniscayaan. Adapun partainya belum sesuai harapan itu urusan lain. Justru kadernya yang harus memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang nikah via MR, aku punya pandangan seperti ini,&lt;br /&gt;bahwa dalam marotibul amal, setelah bina'-syakhsiyah islamiyah, maka berikutnya adalah binaul 'usrah, membangun keluarga. membangun dalam arti menyiapkan dan mendidik individu agar mampu mengelola keluarga dengan prinsip-prinsip islam. Pernikahan bagi kader dakwah bukan hanya sekedar ibadah, tapi strategi optimalisasi dakwah. Jadi, nikah bagi kader itu harus bersifat strategis. Seperti halnya rosul dan para sahabat dulu juga begitu. Rosulullah menikahi istri-istrinya selalu ada pertimbangan strategis bagi kemashlahatan dakwah. Pelajaran syiroh ini diinterpretasikan oleh jamaah dengan menyusun manhaj munakahat. Perlu difahami bahwa manhaj munakahat ini tidak berisi hal2 yg wajib, makruh, atau sunnah. karena itu semua sudah diatur oleh syar'i. Manhaj munakahat ini hanya untuk memastikan bahwa pernikahan kader ssudah &lt;strong&gt;sesuai syar'i &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;strategis bagi dakwah&lt;/strong&gt;. Analoginya begini, secara syar'i nikah itu sudah sah dengan menghadirkan saksi, wali dan ijab qobul. Tapi selaku warganegara yang baik, kita mendaftarkan pernikahan di KUA, lalu ada petugas yang datang mencatanya. bagaiamana kalau kita tidak mendaftarkan ke KUA?, ya tetap sah secara syar'i, tidak dosa. hanya kita sudah mengabaikan kewajiban kita selaku warga negara. Menurutku, sebagai gerakan yang punya tahap-tahapan dalam manhajnya, manajemen munakahat bagi jamaah adalah sebuah keniscayaan, bagaimana jamaah bisa mengukur: sejauh mana tahapan binaul usroh sudah tercapai? kalau tidak ada perhatian terhadap hal ini. Perhatian jamaah terhadap keluarga, sama pentingnya seperti pada tahap pembentukan individu atau pengelolaan negara, kelak. Bayangkan kalau jamaah tidak mengaturnya, maka percuma saja manhaj gerakan yang telah disusun. Kader-kader nikah &lt;em&gt;sak karepe dhewek&lt;/em&gt; tanpa mempertimbangkan aspek mashlahat dan strategis bagi dakwah. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Ini pendapatku lho, walaupun waku sendiri belum bisa menjamin, apakah nanti pernikahanku bisa strategis atau nggak? he...he..he...setidaknya aku akan mengupayakanya:)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi manhaj munakahat ini memang beragam di setiap wilayah. Ada yang harus membuat struktur khusus yang menangani hal ini (&lt;em&gt;tandzim munakahat&lt;/em&gt;),semacam BKKBS, ada juga yang tidak. Menurut yusuf, di mesir aja ngga ada aturan mengenai munakahat. Menurutku ada beberapa pertimbangan kondisional yang mengharuskan struktur dakwah membuat tandzim munakahat atau tidak, diantaranya: sebarapa banyak kader terbina, seberapa banyak masalah pernikahan kader, sejauhmana pemahaman kader terhadap pernikahan dsb. Semakin banyak kader, semakin kecil masalah pernikahan kader dan semakin faham kader terhadap proses dan urgensi pernikahan,MAKA semakin kecil peran jamaah dalam mengatur proses pernikahan.Namun pada prinsipnya jamaah tetap memberikan perhatian dalam proses ini,setidaknya pelibatan MR dalam proses pernikahan kadernya.Lho kok kenapa MR harus dilibatkan? Sekali lagi, ini untuk memastikan proses pernikahan kader sudah sesuai syar'i dan strategis atau tidak? karena pertimbangan strategis itu tidak bisa subjektif ditentukan oleh kader yang mau nikah saja, jamaah sendiri terkadang punya proyeksi sendiri terhadap karir dakwah kadernya,sehingga ketika kader tersebut menikah, harus dipastikan akan membawa maslahat terhadap karir dakwahnya. Dalam pelaksanaannya aturan ini tidak saklek, masih dimungkinkan adanya negosiasi dan diskusi antara harapan dan keinginan kader dengan MR nya. Bagaimana kalau diabaikan saja peran MR dalam proses ini? secara syar'i nikahnya tetap sah, hanya sebagai kader dia telah mengabaikan kewajibannya terhadap jama'ah. Begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang telah aku sampaikan di atas, sebenarnya hanya dapat difahami oleh kader yang menyadari konsekuensi kehidupan berjamaah, bahwa ketika kita sudah berkomitmen untuk berjuang bersama dalam satu jamaah, maka ada banyak sisi privacy kita yang akan tereliminir. Jenjang kaderisasi dalam tarbiyah pun senantiasa mempertimbangkan kesanggupan kader untuk berkomitmen dalam jama'ah. Semakin tinggi jenjang kader, maka semakin besar tuntutan jama'ah bagi kader tersebut. Jadi tingginya jenjang kader bukan berarti tingginya kemuliaan. Kalau ada kader yang tidak ingin privacy nya diusik oleh jama'ah, sebaiknya memikir ulang untuk apa dia berjamaah. Seperti halnya sholat, berjamaah itu memang ngga bisa secara leluasa menentukan gerak-gerik kita. Dan tidak ada paksaan untuk masuk jama'ah. Tetapi ingat, sholat berjamaah itu pahalanya lebih besar daripada sholat sendirian. 'Alaikum bil jama'ah. Lalu bagaimana dengan beragam potensi yang dimiliki kader? apakah jama'ah akan mengeliminir juga? tentu tidak, melalui syuro seluruh potensi tersebut akan disinergiskan. walaupun pada akhirnya setelah ada keputusan mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan. &lt;em&gt;Wallahu a'lamu bishshowab&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113496758663005192?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113496758663005192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113496758663005192' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113496758663005192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113496758663005192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/antara-yusuf-dan-aku-komentar-untuk.html' title='ANTARA  YUSUF DAN AKU                (Komentar untuk Outsider Loyal)'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113354321585517621</id><published>2005-12-03T00:04:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T11:45:27.633+07:00</updated><title type='text'>DESEMBER DI PURWOKERTO</title><content type='html'>Begitulah,&lt;br /&gt;satu per satu mereka kuhubungi,teman-teman di KAMMI, MSK AKSTIKPER, pak wid dan....&lt;br /&gt;kepala keluargaku, kusampaikan pada mereka:&lt;br /&gt;saya mau pamit...&lt;br /&gt;terima kasih...&lt;br /&gt;mohon maaf....&lt;br /&gt;semoga tali silaturohim tetap terjaga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113354321585517621?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113354321585517621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113354321585517621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113354321585517621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113354321585517621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/12/desember-di-purwokerto.html' title='DESEMBER DI PURWOKERTO'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113198068313770909</id><published>2005-11-14T22:02:00.000+07:00</published><updated>2007-03-03T21:44:05.106+07:00</updated><title type='text'>KELINCI &amp; KURA-KURA BIJAK</title><content type='html'>KELINCI &amp; KURA-KURA BIJAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat dengan &lt;br /&gt;kelinci &lt;br /&gt;mengenai siapa yang lebih cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat &lt;br /&gt;jalurnya. &lt;br /&gt;Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu &lt;br /&gt;kura-kura &lt;br /&gt;tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk &lt;br /&gt;beristirahat &lt;br /&gt;sejenak sebelum lanjut lagi, "Ah,gue istirahat dulu, &lt;br /&gt;ntar klo si kura- &lt;br /&gt;kura dah deket baru gue lari lagi.". Kelinci duduk di &lt;br /&gt;bawah pohon (ga &lt;br /&gt;di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan &lt;br /&gt;akhirnya tertidur &lt;br /&gt;pules. &lt;br /&gt;Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang &lt;br /&gt;tertidur dan &lt;br /&gt;memenangkan adu lari. &lt;br /&gt;Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya &lt;br /&gt;telah kalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci &lt;br /&gt;melakukan Antisipasi &lt;br /&gt;Kegagalan (Root Cause Analysis). &lt;br /&gt;Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu &lt;br /&gt;percaya diri, &lt;br /&gt;ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga &lt;br /&gt;mungkin gue kalah" &lt;br /&gt;pikir kelinci. &lt;br /&gt;Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini &lt;br /&gt;loe... Gue ga &lt;br /&gt;trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali &lt;br /&gt;ini pasti gue &lt;br /&gt;yang menang" . &lt;br /&gt;Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa &lt;br /&gt;takut?" &lt;br /&gt;Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci &lt;br /&gt;melesat &lt;br /&gt;meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke &lt;br /&gt;garis &lt;br /&gt;finish.beneran juga, kelinci yang menang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg &lt;br /&gt;alon-alon asal &lt;br /&gt;kelakon . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar &lt;br /&gt;klo dia ga &lt;br /&gt;bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti &lt;br /&gt;itu. &lt;br /&gt;Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke suatu tempat. &lt;br /&gt;"Hei kelinci, &lt;br /&gt;ayo kita lomba lagi. &lt;br /&gt;Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?" &lt;br /&gt;Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna &lt;br /&gt;dah yakin dia &lt;br /&gt;yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. &lt;br /&gt;Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari &lt;br /&gt;meninggalkan kura- &lt;br /&gt;kura. &lt;br /&gt;"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue &lt;br /&gt;menang." pikir &lt;br /&gt;kelinci. &lt;br /&gt;Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang &lt;br /&gt;sungai. "Duh, &lt;br /&gt;gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa &lt;br /&gt;brenang lagi" &lt;br /&gt;termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai. &lt;br /&gt;Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura &lt;br /&gt;dateng dan nyebur &lt;br /&gt;berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju &lt;br /&gt;garis finish. &lt;br /&gt;Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : ketahuilah...jikalau punya kemampuan dan ubah &lt;br /&gt;keadaan sesuai &lt;br /&gt;kemampuan yang kita punya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun &lt;br /&gt;menghampirinya dan &lt;br /&gt;bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, &lt;br /&gt;tapi kita bareng- &lt;br /&gt;bareng." &lt;br /&gt;Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci &lt;br /&gt;nggendong kura-kura sampe tepi sungai. Kemudian &lt;br /&gt;gantian kura-kura &lt;br /&gt;menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan &lt;br /&gt;kembali kelinci &lt;br /&gt;nggendong kura-kura sampe garis finish. &lt;br /&gt;Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis &lt;br /&gt;finish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama &lt;br /&gt;bakalan &lt;br /&gt;percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan &lt;br /&gt;dipenuhi oleh yg &lt;br /&gt;lainnya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah : &lt;br /&gt;1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg &lt;br /&gt;alon-alon asal &lt;br /&gt;kelakon . &lt;br /&gt;2. bekerjalah sesuai kemampuanmu . &lt;br /&gt;3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu &lt;br /&gt;mengalahkan &lt;br /&gt;kelebihan pribadi &lt;br /&gt;4. jangan menyerah bila gagal . &lt;br /&gt;5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113198068313770909?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113198068313770909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113198068313770909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113198068313770909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113198068313770909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/11/kelinci-kura-kura-bijak.html' title='KELINCI &amp; KURA-KURA BIJAK'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113197343154411448</id><published>2005-11-14T19:58:00.000+07:00</published><updated>2005-11-14T20:11:22.376+07:00</updated><title type='text'>WAKTU adalah KEHIDUPAN</title><content type='html'>Berikut sedikit ringkasan hasil general audit atas umur kita, tinggal pilih opini masing2, bisa unqulified,adverse atau bahkan disclaimer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Waktu yang terlupa menabur bencana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 HARI=24 jam&lt;br /&gt;satu tahun?&lt;br /&gt;12 bulan&lt;br /&gt;52 minggu&lt;br /&gt;365 hari&lt;br /&gt;8760 jam&lt;br /&gt;525600 menit&lt;br /&gt;31536000 detik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun) &lt;br /&gt;Chart &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas) &lt;br /&gt;Pukul rata manusia meninggal ± 65 th &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia" &lt;br /&gt;Laki-laki Baligh ± 15 tahun &lt;br /&gt;Wanita Baligh ± 12 tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus : &lt;br /&gt;MATI-BALIGH= sisa USIA……………..65-15= 50 tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50 tahun digunakan untuk apa???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*50 tahun =18250 hari=458000 jam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;12 jam siang hari &lt;br /&gt;12 jam malam hari &lt;br /&gt;                                  24 jam satuhari satumalam &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kotornya: &lt;br /&gt;Mari kita tela'ah bersama………!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kita tidur ± 8 jam/hari &lt;br /&gt;Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun7 bulan…………di bulatkan jadi 17 tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur  dari dunia untuk selamanya……………………… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit "TUMOR" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam &lt;br /&gt;Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= 25 tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas disiang hari: Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling…dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain…….. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam &lt;br /&gt;Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan…… &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun   Plus plos/Balance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Tidur……Ngelembur…Nganggur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan Ibadahnya?????? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal manusia diciptakan-Nya  tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki ILLAHI!!!!!!!!!!!!!!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maut datang menjemput tak pernah bersahut &lt;br /&gt;Malaikat datang menuntut untuk merenggut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak kuasa untuk berbicara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Maha Kuasa atas Syurga dan Neraka" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar!!!!! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya  untuk ibadah, lawong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah…………………… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar!!!!!!!!! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang….. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah…………… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia……. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan ibadahnya?????????????? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup………..! &lt;br /&gt;Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga……… &lt;br /&gt;Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita!!!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa sholat kita dalam 50 tahun?????? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1x sholat = ± 10 menit …..5x sholat ± 1 jam &lt;br /&gt;Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat…………   2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita….itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima..Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa………………………… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika dari logikanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian…………………… &lt;br /&gt;Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana……………………. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat!!!!!!! &lt;br /&gt;Ingat Akhirat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113197343154411448?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113197343154411448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113197343154411448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113197343154411448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113197343154411448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/11/waktu-adalah-kehidupan.html' title='WAKTU adalah KEHIDUPAN'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113187705817208123</id><published>2005-11-13T17:17:00.000+07:00</published><updated>2005-11-13T17:17:38.173+07:00</updated><title type='text'>belajar pada malam</title><content type='html'>belajar pada malam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajarlah pada malam&lt;br /&gt;yang setia dalam gelap&lt;br /&gt;dengan satu harapan&lt;br /&gt;besok pagi menjelang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113187705817208123?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113187705817208123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113187705817208123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113187705817208123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113187705817208123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/11/belajar-pada-malam.html' title='belajar pada malam'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113187689979304519</id><published>2005-11-13T17:13:00.000+07:00</published><updated>2005-11-13T17:14:59.793+07:00</updated><title type='text'>SEBERKAS CAHAYA</title><content type='html'>asa yang perlahan berkembang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBERKAS CAHAYA&lt;br /&gt;muncul saat gelap gulita&lt;br /&gt;setitik terang&lt;br /&gt;datang saat malam&lt;br /&gt;begitulah&lt;br /&gt;selalu ada harapan&lt;br /&gt;malam tak selamanya kelam&lt;br /&gt;gelap tak selamanya gulita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113187689979304519?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113187689979304519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113187689979304519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113187689979304519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113187689979304519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/11/seberkas-cahaya.html' title='SEBERKAS CAHAYA'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18919942.post-113187664208646635</id><published>2005-11-13T16:52:00.000+07:00</published><updated>2005-11-13T17:10:42.180+07:00</updated><title type='text'>DI PERSIMPANGAN JALAN</title><content type='html'>DI PERSIMPANGAN JALAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Syawal 1426 H&lt;br /&gt;Saat setiap detik adalah peluang&lt;br /&gt;saat setiap lelah adalah kesempatan&lt;br /&gt;saat letih memikul amanah&lt;br /&gt;kutersadar bahwa hidup ini memang tak mudah&lt;br /&gt;selalu ada peluang&lt;br /&gt;selalu ada tantangan&lt;br /&gt;selalu ada harapan&lt;br /&gt;selalu ada hambatan&lt;br /&gt;satu kata yang sungguh sulit untuk di ucapakan&lt;br /&gt;KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hari pertama launching SMART NET&amp;CORNER&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18919942-113187664208646635?l=fahruroji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahruroji.blogspot.com/feeds/113187664208646635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18919942&amp;postID=113187664208646635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113187664208646635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18919942/posts/default/113187664208646635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahruroji.blogspot.com/2005/11/di-persimpangan-jalan.html' title='DI PERSIMPANGAN JALAN'/><author><name>AANG FAHRUROJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03580882056540359346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
