Wednesday, January 24, 2007

UBAHLAH KERUGIAN MENJADI KEUNTUNGAN

DR. AIDH AL-QARNY

Ruh-ruh kami, waha Tuhan Kami,
Berada di atas pundak kami
Kami mengharap balasan-Mu yang berlimpah
dan kedekatan dengan diri-Mu

Ada sebuah nasihat yang menganjurkan agar jangan pernah berputus asa bila kaki Anda tesandung dan jatuh ke dalam lubang yang besar. Yang jelas, Anda pasti akan keluar dari lubang itu dengan kondisi yang lebih kuat. Sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar.

Jangan pernah bersedih bila anak panah yang mematikan datang menyerang dari orang yang sangat dekat dengan hati Anda. Anda pasti akan menemukan orang yang mampu mencabut anak panah dan mengobati luka itu, lalu mengembalikan kehidupan dan senyuman Anda seperti semula.

Jangan sering bernaung di atas gedung reruntuhan, terutama bila sekelompok kelelawar telah menghuninya dan kegelapan telah menghampirinya. Carilah kicauan burung yang menembus cakrawala bersama sinar pagi yang cerah.

Jangan melihat lagi pada lembaran-lembaran yang telah kering dan layu yang telah dirusak oleh penderitaan dan keterasingan, sebab setelah itu anda akan menyingkap bahwa garis-garis penderitaan bukanlah garis nasib terbaik yang ditakdirkan dalam kehhidupan anda. Lembaran-lembaran itu bukanlah akhir dari perjalanan hidup anda. Anda harus membedakan antara orang-orang yang telah meletakkan garis-garis kehidupan diantara kedua matanya dengan orang-orang yang membiarkannya diterbangkan oleh angin. Garis-garis kehidupan bukanlah sekedar pernyataan yang indah, namun perasaan yang mendalam di hati dan dijalani secara bertahap. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang pantas dan berhak mendapatkan walau hanya setetes dari air mata dan darah anda.

Tuesday, August 22, 2006

Siapakah dia?

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(Al Hujurat:13).

Ada pribahasa yang sering diplesetkan oleh sebagian ikhwah, tak kenal maka……ta’aruf. Ta’aruf merupakan upaya untuk mengenal seseorang, baik segi kepribadiannya, pemikirannya, life style-nya, hobinya, bahkan keluarganya. Dalam rukun ukhuwah, ta’arauf merupakan langkah pertama menuju puncak ukhuwah yang hakiki, itsar. Maka setiap mukmin dan muslim sangat dianjurkan untuk saling mengenal satu dengan lainnya, agar terbentuk kesatuan hati dan keselarasan gerak. Soliditas internal suatu organisasi juga sangat ditentukan sejauh mana tingkat pengenalan antar anggota organisasi. Nah, sekarang coba tanya pada diri kita, sudah seberapa jauh kita mengenal orang-orang di sekitar kita, sudahkah kita mengenal kepribadiannya? kesulitannya? masalah yang dihadapinya?.

Biasanya kita berfikir egois,”boro-boro mikirin orang lain, kita aja udah susah!!”. Untuk hal ini kita perlu merenungkan salah satu ungkapan Sayyid Quthb, ”Seorang yang tidak peduli dengan urusan orang lain, maka ia menjadi orang yang kerdil”. Sesungguhnya manusia memiliki tanggung jawab sosial yang harus dilaksanakan. Maka mengabaikan urusan orang lain sama saja melupakan tanggungjawabnya. Konon, kalau dikalkulasi perintah Allah yang berhubungan dengan ibadah sosial itu lebih banyak dibanding ibadah langsung pada Allah.

Jadi mulai hari ini, ada baiknya kita mengupayakan mengenal lebih jauh saudara di sekitar kita dengan segala problematikanya.....Setuju??